Cewek Ikutan Kempo? Ayo Saja!

Kompas.com - 24/03/2009, 13:42 WIB

Dunia beladiri bukan hanya milik kaum cowok. Rekan-rekan kalian dari Sekolah Menengah Atas Kristen Satya Wacana, Salatiga, sudah membuktikan hal itu. Dari 12 siswa yang ikut ekskul kempo, tiga di antaranya cewek. Meski minoritas, ketiganya menyabet gelar juara di perhelatan tingkat Jawa Tengah.

Kempo adalah olahraga beladiri tradisional asal Jepang. Selain mengandalkan tendangan dan pukulan, kempo juga mengajarkan kuncian untuk menjatuhkan lawan. Saat pertama kali ikut berlatih kempo, seseorang berada di tingkat kyu 5 alias sabuk putih. Untuk naik ke tingkat lebih tinggi, seorang kenshi, sebutan buat orang belajar kempo, dapat mengikuti ujian yang digelar empat bulan sekali.

Di SMA Kristen Satya Wacana Salatiga, ekskul tersebut kini menginjak tahun ketiga. Biarpun masih usia balita, prestasinya lumayan membanggakan. Di Kejuaraan Kempo se-Jateng di Cilacap, 21-23 November 2008, atlet sekolah ini yang mewakili Salatiga merebut 10 gelar juara, mulai dari juara harapan hingga pertama.

Nah, teman-teman cewek juga patut bangga nih. Tiga dari 10 gelar itu hasil keringat trio kenshi Vonny Veronica, Agustina Puspitasari, dan Ayu Tiurmaning. Ayu juara II di kelas randori atau perkelahian bebas kelas remaja putri kelas 50-55 kilogram (kg), Vonny juara III randori kelas 52 kg, dan Agustina juara III randori kelas 40 kg. Perlindungan diri

Emang apaan sih asyiknya kempo buat cewek? "Jadi pandai bergaul sama orang lain, dapat belajar dan pengalaman, sekaligus buat perlindungan diri. Kalau menang lumayan, dapat duit buat tambahan uang jajan," ujar Ayu Tiurmaning sambil tertawa.

Siswi kelas XI IPS I itu belajar kempo setahun lalu karena bujukan pamannya. Walau sering cedera, Ayu malah kian asyik menekuni kempo. Waktu berlaga di Cilacap, tangan Ayu bengkak karena benturan.

"Siswi di sekolah kami tertarik latihan kempo karena beberapa senior putri berprestasi di ajang kempo. Adik-adik kelasnya ikut tertarik," kata Wakil Kepala SMAK Satya Wacana Bidang Kesiswaan Agus Widodo, Senin (23/3).

Latihan kempo di SMA K Satya Wacana berlangsung setiap Senin dan Kamis sore di gedung olahraga sekolah. Di situ pula kenshi SMA Kristen Satya Wacana berpeluh demi prestasi. Gimana? Ternyata cewek enggak kalah kan sama cowok. (Antony Lee dan Tim Liputan SMAK Satya Wacana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau