Emas Kembali Kinclong

Kompas.com - 24/03/2009, 15:54 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Melemahnya dollar AS membuat daya tarik emas kembali kinclong. Alhasil, harga emas hari ini pun ikut terdongkrak.

Asal tahu saja, dollar keok dan mendekati level paling lemah dalam dua bulan terakhir jika dihadapkan dengan euro. Hal ini terjadi setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Timothy Geithner merilis kebijakan stimulus baru senilai 1 triliun dollar AS untuk membeli aset-aset properti yang tidak likuid. Harga emas diprediksi akan terus mengalami kenaikan karena investor tengah mencari investasi alternatif yang lebih menguntungkan.

“Emas memiliki keterkaitan yang erat dengan dollar,” jelas Wallace Ng, Chief Precious Metals Dealer Fortis Bank.

"Dalam jangka waktu dekat, kita akan terus melihat adanya korelasi harga emas yang akan bergerak di rentangan harga 920 dollar AS hingga 990 dollar AS. Ini disebabkan para investor merasa optimistis akan stabilisasi di pasar finansial,” jelas Ng.

Hari ini, harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen menjadi 944,40 dollar AS per troy ounce. Dan pada pukul 14.02 waktu Singapura, harga emas berada pada level 942,45 dollar AS per troy ounce. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau