MAGETAN, KOMPAS.com — Beras untuk rakyat miskin (raskin) yang didistribusikan kepada keluarga miskin di Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, berkutu, berdebu, dan berwarna buram, tidak putih bersih. Bukan kali ini saja keluarga miskin menerima raskin seperti ini.
Distribusi raskin di Kedungguwo dilakukan di Balai Desa Kedungguwo, Selasa (24/3).
Menurut Sumiyatun, salah satu penerima raskin, jarang sekali keluarga miskin penerima raskin menerima beras yang kualitasnya baik.
"Seringnya beras yang kami terima ya seperti ini, berkutu, berdebu, hancur kondisinya, terus kehitaman warnanya. Ya mungkin karena harganya lebih murah daripada harga beras di pasaran, makanya kami diberi beras yang kualitasnya sangat buruk," ungkapnya sambil menunjukkan raskin yang sudah dibelinya.
Wakil Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Divre) XIII Ponorogo (wilayahnya mencakup Magetan), Yoyok Nurcahyo, mengatakan, beras yang didistribusikan pada keluarga miskin di Kabupaten Magetan merupakan stok beras yang ada di gudang Bulog sejak satu tahun yang lalu.
"Ada kemungkinan kerusakan beras terjadi saat beras disimpan di gudang. Namun saya yakin, kalaupun ada raskin yang kualitasnya sangat buruk itu, jumlahnya tidak akan banyak," ujar Yoyok seraya menambahkan pihaknya akan mengecek raskin yang didistribusikan di Magetan.
Menurut dia, jika ada keluarga miskin yang menerima raskin dengan kualitas buruk, keluarga miskin dapat menukarnya kembali ke Bulog. Hal ini sudah kesepakatan antara Bulog Ponorogo dan Pemerintah Kabupaten Magetan dan kecamatan-kecamatan di Magetan sebelum raskin didistribusikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang