Kamar Tidur "Aman" Menurut Fengsui

Kompas.com - 25/03/2009, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Demi rasa "aman" akan peruntungan dan kesehatan, mulai sekarang jangan sembarang letakkan barang di kamar tidur. Posisi tidur juga harus betul-betul diperhatikan. Selain kesehatan bisa terganggu, rezeki juga bisa tidak lancar.

Bukan melarang, para ahli fengsui hanya menyarankan untuk memerhatikan beberapa hal di bawah ini demi kebaikan Anda: 

Cermin
Bagi kaum perempuan yang suka bersolek, cermin tentu adalah kawan akrab. Tetapi, keberadaannya di dalam kamar sebaiknya kini dipertimbangkan lagi. Ke mana pun arah hadapnya, pada dasarnya tidak baik meletakkan cermin di kamar tidur.

Kalau telanjur, usahakan posisi kepala saat tidur tidak menghadap ke cermin. Menurut fengsui, hal itu kurang baik, karena akan membuat yang bersangkutan sulit tidur nyenyak lantaran sering diganggu "energi negatif" yang muncul akibat daya refleksi cermin.  

Kaca cermin di pintu lemari pakaian juga bisa timbulkan kesialan. Bukan tidak boleh, hanya saja, posisi hadapnya perlu dipikirkan ulang.

Meja dandan
Sebaiknya, jangan biarkan posisi meja bersolek menghadap langsung ke jendela. Cahaya dari luar yang silau akan dipantulkan kembali oleh cermin ke wajah Anda.

Kipas angin
Daya dorong kipas angin—semakin besar kipas semakin kuat, akan memotong atau menghambat energi chi yang ada di sekitar kamar tidur. Mereka yang sering tidur di bawah dorongan kipas angin cenderung mudah mengalami gangguan kesehatan atau penyakit. Perlu diketahui, kualitas energi chi paling baik untuk dihirup dan diserap tubuh adalah yang mengalir lancar saat keluar-masuk ke dalam tubuh.  

Pesawat televisi  
Meskipun dalam keadaan off, keberadaan televisi di kamar juga memberikan efek kurang baik. Televisi menyimpan energi yang cukup kuat, gelombang energinya dapat membuat tidur tidak nyenyak.

Posisi ranjang  
Jangan membuat kepala ranjang menghadap pintu, sehingga posisi kepala dan kaki persis menghadap frontal ke pintu atau membentuk posisi tidur di peti mati.  

Pun, jangan biarkan kepala menghadap pintu kamar mandi atau cermin toilet. Refleksi yang ditimbulkan cermin atau toilet akan menimbulkan mimpi buruk bagi orang yang melakoninya.

Dapur
Pengaruh buruk juga bisa datang dari kamar tidur yang bersebelahan dengan dapur. Dalam fengsui, hal itu akan menimbulkan perasaan tidak kerasan di rumah  

Lemari dan baju bekas  
Fengsui sepertinya memang menjauhi benda usang untuk menyertai tidur Anda. Untuk itu, lemari yang sudah tak terpakai, misalnya, sebaiknya sudah tak lagi ada di kamar tidur.

Menurut fengsui, hal itu akan menyulitkan aliran Qi. Efek tidak lancarnya Qi menyebabkan bermacam kesulitan dan masalah mendera penghuni kamar. Selain kesehatan terganggu, nasib pun seringkali tidak jelas dibuatnya.  

Sementara itu, baju-baju bekas juga tidak disarankan ada di kamar tidur. Bukan harus dibuang, melainkan ditempatkan di tempat tersendiri yang lebih baik dan dipindahkan ke ruang lain. Energi masa lalu dari baju bekas akan menghambat nasib baik datang pada Anda sebagai penghuni kamar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau