Raikkonen Optimistis, tapi Enggan Berspekulasi

Kompas.com - 25/03/2009, 18:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Balapan pertama Formula 1 (F1) musim 2009 sudah di depan mata. Tepatnya Minggu (29/3) ini, persaingan para pebalap di atas trek akan dimulai di Sirkuit Albert Park, Melbourne (Australia).

Di sirkuit berpanjang 5,303 km tersebut, siapa yang terbaik setelah dilaksanakannya serangkaian uji coba musim dingin akan didapat. Sebanyak 20 pebalap akan beradu menjadi yang terbaik dengan strategi yang dimiliki melakukan 58 putaran.

Tak ada yang tahu siapa yang akan keluar menjadi pemenang. Juara dunia tahun 2007 dan yang menjadi pemenang di sana tahun yang sama, Kimi Raikkonen (Ferrari), juga tak mau berspekulasi mengeluarkan prediksi siapa yang akan menjadi jawara.

"Sulit membuat prediksi mengingat banyak perubahan aturan tahun ini," kata Raikkonen dilansir Autosport.

Seperti dikatakan The Finn, memang tak mudah. Beda dengan musim-musim sebelumnya, saat ini banyak peraturan baru yang dipakai. Selain sistem aerodinamis dengan berubahnya sayap depan dan belakang, balapan musim ini juga akan memakai ban slick dan kinetic energy recovery system (KERS), selain ada beberapa peraturan lain yang turut berubah.

Tak mau membuat penerawangan karena memang tak mudah, "The Ice Man" tetap berharap Ferrari bisa kompetitif di balapan pertama nanti.

"Ferrari sangat kompetitif saat uji coba, tetapi kami akan melakukan counter-check F60 di Melbourne, ketika kami semua akan bertemu dalam perlombaan yang sama dengan bahan bakar pada saat yang sama," jelas Raikkonen.

Hanya saja, untuk mengetahui di mana posisi tim tak bisa dilihat dari hasil balapan pertama. Perlu beberapa perlombaan agar semuanya menjadi jelas. Sehingga, saat balapan sama sekali belum digelar, menurutnya terlalu dini mengatakan apa pun tentang posisi tim.

"Kami berharap semuanya akan berjalan sesuai yang kami harapkan," tegasnya.

Bagi Raikkonen, musim 2009 adalah pembuktian. Musim lalu, saat berstatus juara bertahan ia tak mampu berbuat banyak. Ia bahkan gagal bersaing dengan Lewis Hamilton (McLaren) dalam perebutan gelar. Justru rekan setimnya, Felipe Massa yang melakukan meski akhirnya kalah usai GP terakhir di Brasil. Menurut Raikkonen, mobil Ferrari F2008 yang dipakai musim lalu tidak sesuai dengan gaya balapnya.

Pebalap 28 tahun ini menganggap berbeda dengan mobil F60 yang akan dipakai balapan musim ini. Dengan body lebih ramping—sesuai aturan baru—ia mengatakan mobil baru lebih nyaman dikendarai. Ia pun ingin mendapatkan hasil baik di Australia. Musim lalu, Raikkonen finis di posisi delapan atau pebalap terakhir yang masuk finis saat Hamilton menjadi juara.

"Saya dapat mengonfirmasi, saya senang F60 dibandingkan mobil tahun lalu. Mobil jauh lebih menyenangkan untuk dikendarai dan mengingatkan pada mobil yang saya gunakan beberapa tahun lalu," katanya.

Di Australia, Ferrari telah membuat keputusan akan menjadi salah satu tim yang menggunakan KERS. Raikkonen pun tak memiliki kekhawatiran tentang perangkat yang bisa menyimpan energi saat dilakukan pengereman tersebut.

Ia mengatakan tak masalah karena ia merasa lebih mudah membalap. Bahkan saat menggunakannya dalam uji coba, ia merasa terkejut karena KERS bekerja dengan baik meski ada beberapa masalah. (RIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau