Shilton Gugat Posisi David James

Kompas.com - 26/03/2009, 01:54 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Mantan kiper Inggris, Peter Shilton, menggugat posisi David James. Dia meminta pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, memainkan kiper Ben Foster dalam duel persahabatan melawan Slovakia pada Sabtu (28/3) dan laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, melawan Ukraina Rabu (1/4). Menurut Shilton, James sudah terlalu sering melakukan blunder sehingga Inggris perlu mencari dan memberi kesempatan kepada kiper baru.

"David James adalah kiper berbakat, tapi ia sering melakukan kesalahan mendasar ketika membela Inggris. Jadi, walau ia adalah kiper paling berpengalaman yang kita miliki, Anda tak bisa selalu mengandalkannya," kata Shilton.

Menurut Shilton, ia ingin melihat gawang Inggris dijaga kiper muda dalam beberapa pertandingan mendatang. Untuk musim selanjutnya, harus ada lebih banyak tekanan kepada posisi kiper Inggris.

Kiper cadangan Manchester United, Ben Foster dinilai pantas diberi peluang membuktikan diri. Shilton mengacu pada performa Foster pada final Piala Carling, awal Maret lalu. Saat itu, Foster menjadi man of the match setelah membawa MU menang 4-1 atas Tottenham Hotspurs dalam adu penalti.

"Akan sangat menarik melihat Foster sembuh dari cedera. Ia memiliki kesempatan besar dalam pertandingan besar dan tampil luar biasa untuk MU di final Piala Liga. Ia adalah orang yang berpeluang mengisi posisi itu, namun masih harus membuktikan banyak hal," ungkap Shilton.

Foster dibalut cedera semenjak Capello menggantikan Steve McClaren 15 bulan lalu. Hingga saat ini, Foster baru sekali bermain untuk Inggris. Namun, dia kini sudah sembuh. Untuk bisa bermain reguler di timnas, Foster membutuhkan kesempatan bermain yang juga rutin di klub.

Saat ini, sosok Edwin van der Sar menjadi halangan terberat Foster untuk bisa menjadi pilihan utama pelatih Alex Ferguson. Van der Sar juga tampaknya masih akan bermain di MU, setidaknya satu musim lagi.

Jadi, kalau mau masuk skuad Piala Dunia, Foster mungkin harus pindah klub supaya bisa mendapat kesempatan reguler dan dipanggil timnas. Untuk kendala ini, Shilton mengaku cukup paham dengan dilema yang dihadapi Foster.

"Membela klub terbaik dunia atau bermain di kompetisi terbaik dunia merupakan pilihan sulit. Bermain untuk Inggris adalah sangat penting, tetapi saya juga berada di klub terhebat di dunia. Saya hanya akan memiliki satu kesempatan dan saya tak akan menyerah. Saya harus kembali musim depan, menemui pelatih sesering mungkin, dan mengatakan bahwa saya ingin bermain dan mau masuk timnas Piala Dunia musim depan," anjur Shilton.

Selain Foster, Shilton juga menyebut nama kiper West Ham, Robert Green sebagai orang yang pantas berdiri di bawah mistar gawang "The Three Lions". Green dinilai Shilton sudah cukup konsisten selama Premier League musim ini. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau