Bisnis Kaus Tematik Raup Omzet Rp 55 Juta

Kompas.com - 26/03/2009, 09:03 WIB

KOMPAS.com — Semakin banyak bermunculan toko baju alternatif atau biasa disebut distro. Menawarkan desain unik dan konsep kreatif, bisnis distro tumbuh subur, khususnya di kota-kota besar. Agaknya orang semakin menyukai produk yang beda dari produk kebanyakan untuk menunjukkan kesan eksklusif.

Sebagian besar distro fokus menggarap pasar remaja dan dewasa. Masih jarang yang melirik pangsa pasar anak anak. Memang, penjual baju anak-anak sudah sangat banyak. Tapi, yang memasarkan dengan konsep distro masih jarang. Ini jelas celah pasar yang menarik untuk digarap.

Peluang inilah yang dengan jeli dimanfaatkan Mukhiban Isnan. Mengusung merek dagang Alit Kids, lelaki berusia 28 tahun ini membuka distro khusus pakaian para bocah. "Target pasar saya adalah anak-anak umur 1-8 tahun," kata Isnan.

Laiknya produk yang dijual di distro, Isnan memasarkan pakaian anak-anak yang berbeda di distronya. Ia membuat desain khusus dengan tema edukatif untuk kaus anak-anak yang dia pasarkan. Temanya beragam. Misalnya, tema cita-cita, pesan bijak, belajar, motivasi, sayang keluarga, dan nuansa Muslim. "Sengaja saya bikin tema edukatif sebagai nilai plus usaha ini," tutur Isnan.

Pemasaran kaus tematik buatan Isnan tak hanya sebatas wilayah Yogyakarta. Kini ia juga sudah mengirim produknya ke Jakarta, Bandung, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

Isnan memulai usaha ini sejak Juli 2008. "Modal awal saya cuma Rp 5 juta," bebernya. Dengan duit segitu, ia membeli bahan baku kaus dan membayar upah penjahit.

Margin kotor 80 persen

Ketika mulai menekuni bisnis ini, Isnan dan istrinya hanya memiliki delapan tenaga penjahit lepas. Kapasitas produksinya 250 kaus per bulan. Seiring meningkatnya permintaan, kini ia mempekerjakan tenaga penjahit lepas dengan kapasitas produksi 1.500 kaus per bulan.

Kini Isnan bisa meraup omzet Rp 55 juta per bulan. Dari omzet ini, ia mengantongi keuntungan kotor sekitar 80 persen. Lantaran konsep usahanya adalah distro yang menggunakan layanan agen atau toko, laba kotor itu harus dipangkas biaya distribusi. Jadi, "Laba bersih saya sekitar 50 persen, sebab 30 persen lainnya buat jatah agen," paparnya.

Bukan hanya laba usaha ini yang tebal, menurut Isnan, peluang bisnis distro juga menjanjikan. Asal konsisten dengan kualitas produksi dan bahan kaus, konsumen produk ini tak pernah berkurang. Apa lagi, pemain di bisnis baju anak tematik ini juga masih jarang. "Bisnis baju anak banyak. Tapi, yang tematik seperti saya paling hanya dalam hitungan jari," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Isnan, kunci sukses di bisnis ini adalah kejelian melihat selera pasar. "Kita harus melihat apa yang sedang disukai pasar," tandasnya.

Selain itu, bisnis ini harus ditunjang oleh strategi pemasaran yang andal. Salah satu cara efektif, menurut Isnan, untuk memasarkan produk ini adalah dengan berpameran. "Sejak pertama kali membuka usaha sampai sekarang saya rajin ikut pameran," imbuhnya

Selain pameran, Isnan memasang produknya di dunia maya. "Dengan mode pemasaran seperti ini, jika sekarang mau membuka dengan modal di bawah Rp 5 juta juga bisa," bebernya. Dalam perhitungan Isnan, dengan modal sebesar itu sudah bisa membuat kaus. Tinggal menyusun konsep dan desain menarik sehingga orang berminat membeli produk Anda. (Dessy Rosalina/Kontan)

===================================================================

Alit Kids
Rejowinangun KG I/361
Kotagede, Yogyakarta
Telp 081392540789

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau