JAKARTA, KOMPAS.com - Petenis Belarusia Victoria Azarenka dianggap sebagai pemain potensial untuk masa depan oleh Commonwealth Bank Tournament Of Champions. Ia pun berhak mengikuti ajang yang akan berlangsung di Bali, 4-8 November, menyusul sukses meraih gelar di Brisbane dan Memphis.
Pekan ini Azarenka juga berhasil mencatat sejarah sebagai petenis Belarusia kedua yang berhasil menembus peringkat 10 besar dunia. Natasha Zvereva pernah menuai catatan yang sama pada 1980-an.
Azarenka sukses mengalahkan petenis nomor dua dunia Dinara Safina dan berhasil menembus semifinal Indian Wells. Dengan lolosnya Azarenka ke babak empat besar, peringkatnya otomatis naik.
Dia menjadi petenis remaja yang berhasil menembus dominasi petenis-petenis peringkat 10 besar dunia. Selain itu, ia juga mencatat sukses mencatatkan nama di peringkat 10 ganda putri, setelah menuai gelar bersama rekannya, Vera Zvonareva dari Rusia di Indian Wells.
Azarenka juga mencetak gelar juara di turnamen Memphis. Pemain yang kini berusia 19 tahun tersebut menjadikan prestasi petenis nomor satu dunia Rafael Nadal sebagai motivator dirinya dalam mengalahkan Safina.
"Dalam pikiranku hanyalah Nadal dan seluruh cara bermainnya. Bagi saya, yang utama adalah masalah mental. Saya cuma mencoba memberikan perlawanan yang sama bagusnya dengan Nadal. Dan ternyata, semua itu bisa berjalan dengan baik," kata Azarenka.
Commonwealth Bank Tournament of Champions akan diadakan di Bali Convention Centre, The Westin, Nusa Dua. Petenis yang bermain adalah para pemain terbaik dari Sony Ericsson WTA Tour dan petenis masa depan yang memiliki potensi sebagai juara.
Sedikitnya 12 petenis berhasil lolos dari seri internasional, dengan format round robin untuk tunggal putri (dibagi dalam empat grup berisi tiga petenis pada masing-masing grup). Para peserta yang berhak bermain dalam turnamen yang menyediakan hadiah total 600.000 dolar AS (sekitar Rp 6,957 miliar) ini adalah; 10 petenis dengan peringkat tertinggi, minimal satu kali pernah juara di turnamen internasional pada musim kompetisi 2009 dan tidak bermain di nomor tunggal turnamen akhir tahun Sony Ericsson Championships 2009, di Doha. Selain ke-10 petenis itu, ada juga dua petenis wildcard yang turut bermain. (OKZ)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang