Ratusan Miliar Untuk Beli Kendaraan Pemilu

Kompas.com - 26/03/2009, 20:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belanja kendaraan partai politik untuk keperluan Pemilu 2009 diperkirakan akan mencapai ratusan miliar rupiah.

"Kita tidak bisa perkirakan berapa besar nilai pastinya, tapi saya kira dua persen total belanja Pemilu bisa lari ke otomotif," kata Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesi (Gaikindo), Freddy Soetrisno, di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut Freddy, kebutuhan kendaraan partai politik selama masa Pemilu apalagi memasuki masa kampanye sangat tinggi, terutama di luar Jawa.

Karena itu lah, ia berani memperkirakan bahwa belanja kendaraan parpol dapat mencapai dua persen dari perkiraan total belanja Pemilu 2009 yang mencapai lebih dari Rp 40 triliun.

"Mungkin kalau di Jakarta tidak begitu kelihatan memang parpol menggunakan mobil-mobil baru. Karena memang kebanyakan untuk luar Jawa," ujar Freddy.

Menurut dia, jenis kendaraan yang paling diminati untuk kepentingan Pemilu mulai dari jenis Multy Purpose Vehicle (MPV), Sport Utility Vehicle (SUV), hingga jenis mobil kabin ganda.

"Jenis kendaraan yang terakhir itu lah yang paling diminati di luar Pulau Jawa," ujar Freddy.

Belanja kendaraan partai politik peserta Pemilu 2009, menurut dia, terjadi sejak akhir tahun 2008, dimana harga kendaraan belum mengalami kenaikan.

Namun demikian, ia memperkirakan, belanja kendaraan partai politik untuk kepentingan kampanye masih akan terjadi hingga pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan Agustus mendatang.

"Ratusan saya rasa, tapi nggak sampai ribuan," ujar Freddy saat ditanya total unit yang terjual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau