SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah AS dan Korea Selatan memperingatkan Korea Utara akan menanggung konsekuensi serius apabila tetap meluncurkan roketnya awal bulan depan. Beberapa pejabat AS menjelaskan Korea Utara saat ini menyiapkan roketnya di lokasi peluncuran timur laut negara komunis ini.
Pyongyang menjelaskan roket tersebut mengangkut sebuah satelit. Namun, beberapa negara regional terkemuka mencurigai Korea Utara akan menggunakan uji coba tersebut untuk peluncuran rudal jarak jauh yang mampu mencapai Alaska. Ancaman sanksi mengintai rencana peluncuran roket Korea Utara yang dilarang oleh Dewan Keamanan PBB pada 2006 ini.
Beberapa analis memperingatkan roket yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk rangkaian uji coba dan pengisian bahan bakar proyektil diperkirakan akan diluncurkan pada 4-8 April. Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton memperingatkan "aksi provokatif" ini dapat mengacaukan perundingan yang tertunda untuk menyalurkan bantuan dan konsesi lain bagi Korea Utara sebagai timbal balik dari langkah Prongyang menggagalkan program nuklirnya.
"Kami akan mengangkat isu pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB ini apabila peluncuran roket tetap diadakan (oleh Korea Utara)," tegas Hilllary di Mexico City, Rabu (25/3). "Aksi provokatif yang melanggar mandat PBB ini tidak akan berlangsung tanpa dibuntuti oleh konsekuensi."
Korea Utara merespon ancaman itu dengan menyarangkan ancaman balasan. Korea Utara menekankan akan mengambil "langkah tegas" dengan kembali pada rencananya mengembangkan teknologi nuklir apabila Dewan Keamanan PBB mengeritik peluncuran itu. "Hambatan apapun bagi upaya Korea Utara mengirimkan satelit ke ruang angkasa mempunyai arti segera dihentikannya perundingan perlucutan nuklir," demikian ancaman yang dikeluarkan lewat sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
Korea Utara mengumumkan bulan lalu tentang persiapan meluncurkan satelit komunikasi Kwangmyongsong-2 ke ruang angkasa. Peluncuran itu akan dilangsungkan antara tanggal 4-8 April sebelum parlemen baru Korea Utara menggelar rapat pelantikannya pada 9 April atau sebelum hari ulang tahun mendiang pendiri Korea Utara Kim Il Sung pada 15 April.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang