LONDON, KOMPAS.com — Jurnal kesehatan bergengsi dunia, Lancet, menuduh Paus Benediktus XVI membengkokkan ilmu pengetahuan saat memberi komentar tentang kondom.
Laporan itu menyebutkan komentar Paus baru-baru ini, bahwa kondom membuat masalah HIV/AIDS lebih buruk, sama sekali tidak akurat serta bisa membawa konsekuensi yang amat besar.
Paus mengatakan, bahaya HIV/AIDS seharusnya diatasi dengan kesetiaan pada pasangan dan menahan nafsu, daripada menggunakan kondom.
Dalam kunjungan ke Afrika yang pertama beberapa waktu lalu, Paus mengatakan, HIV/AIDS adalah tragedi yang tidak bisa diatasi hanya dengan uang, yang tidak bisa diatasi dengan pembagian kondom, yang justru akan meningkatkan masalah. Paus mengatakan, ajaran tradisional gereja sudah terbukti sebagai satu-satunya jalan aman dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS.
Wartawan BBC di Roma, David Willey, mengatakan, pandangan Vatikan adalah mendorong orang untuk menggunakan kondom hanya akan meminimalkan efek dari perilaku yang merusak.
Lancet, yang berkantor di London, mengatakan, kondom lateks merupakan cara yang paling efisien dalam mengurangi transmisi HIV/AIDS lewat hubungan seksual. "Apakah kekeliruan Paus karena ketidaktahuan atau upaya yang sengaja untuk memanipulasi ilmu," tulis Lancet.
Namun, mereka mengatakan, komentar itu masih tetap ada dan mendesak Vatikan untuk menariknya. "Jika tokoh yang berpengaruh, baik itu tokoh agama, maupun politik membuat pernyataan ilmiah yang tidak benar, itu bisa merusak kesehatan jutaan orang dan pernyataan itu sebaiknya dicabut atau diperbaiki."
"Apa pun yang kurang dari Paus Benediktus akan menjadi hambatan besar dalam layanan kepada umum dan kampanye kesehatan, termasuk ribuan umat Katolik yang bekerja tak lelah-lelahnya untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di seluruh dunia."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang