Lancet Kritik Paus soal Kondom

Kompas.com - 27/03/2009, 15:16 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Jurnal kesehatan bergengsi dunia, Lancet, menuduh Paus Benediktus XVI membengkokkan ilmu pengetahuan saat memberi komentar tentang kondom.

Laporan itu menyebutkan komentar Paus baru-baru ini, bahwa kondom membuat masalah HIV/AIDS lebih buruk, sama sekali tidak akurat serta bisa membawa konsekuensi yang amat besar.

Paus mengatakan, bahaya HIV/AIDS seharusnya diatasi dengan kesetiaan pada pasangan dan menahan nafsu, daripada menggunakan kondom.

Dalam kunjungan ke Afrika yang pertama beberapa waktu lalu, Paus mengatakan, HIV/AIDS adalah tragedi yang tidak bisa diatasi hanya dengan uang, yang tidak bisa diatasi dengan pembagian kondom, yang justru akan meningkatkan masalah. Paus mengatakan, ajaran tradisional gereja sudah terbukti sebagai satu-satunya jalan aman dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Wartawan BBC di Roma, David Willey, mengatakan, pandangan Vatikan adalah mendorong orang untuk menggunakan kondom hanya akan meminimalkan efek dari perilaku yang merusak.

Lancet, yang berkantor di London, mengatakan, kondom lateks merupakan cara yang paling efisien dalam mengurangi transmisi HIV/AIDS lewat hubungan seksual. "Apakah kekeliruan Paus karena ketidaktahuan atau upaya yang sengaja untuk memanipulasi ilmu," tulis Lancet.

Namun, mereka mengatakan, komentar itu masih tetap ada dan mendesak Vatikan untuk menariknya. "Jika tokoh yang berpengaruh, baik itu tokoh agama, maupun politik membuat pernyataan ilmiah yang tidak benar, itu bisa merusak kesehatan jutaan orang dan pernyataan itu sebaiknya dicabut atau diperbaiki."

"Apa pun yang kurang dari Paus Benediktus akan menjadi hambatan besar dalam layanan kepada umum dan kampanye kesehatan, termasuk ribuan umat Katolik yang bekerja tak lelah-lelahnya untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di seluruh dunia."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau