Musibah Situ Gintung, STIE Ahmad Dahlan Diliburkan

Kompas.com - 27/03/2009, 16:08 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Proses belajar-mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ahmad Dahlan yang berlokasi di Jalan Raya Ciputat, Kelurahan Cirendeu, diliburkan selama dua hari untuk membantu korban bencana Situ (danau) Gintung yang menewaskan 45 warga.
     
"Kami sengaja meliburkan mahasiswa agar mereka membantu korban musibah Situ Gintung," kata Profesor Dr Koesmawan, guru besar Manajemen STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Jumat (27/3).
    
Kusmawan didampingi Muchaer Pakkanna, Pembantu Ketua Bidang Akademik, mengatakan bahwa seluruh mahasiswa dikerahkan untuk membantu korban musibah Situ Gintung yang tewas maupun selamat.
    
Bendungan Situ Gintung jebol akibat curah hujan tinggi dan menyebabkan 34 korban meninggal dunia dan ratusan penduduk mengungsi karena air melanda perumahan warga.

Bahkan, saat ini sedang dilakukan pendataan terhadap 14 korban meninggal yang berada di Kampus STIE Ahmad Dahlan sebanyak 26 ada di posko Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang letaknya sekitar 300 meter dari STIE.

Menurut dia, proses perkuliahan dihentikan selama dua hari karena mahasiswa turut membantu korban dan warga sekitar yang ditimpa musibah.

Kampus itu letaknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, dan mahasiswa dibantu dosen membuka posko dan bersedia menampung sumbangan untuk disalurkan kepada pihak korban yang membutuhkan.

Kampus tersebut sudah merupakan langganan sebagai tempat penampungan mengungsi bagi warga sekitar Situ Gintung bila musim hujan.

Sejak awal berdirinya kampus STIE Ahmad Dahlan tahun 1983, belum pernah terjadi musibah Situ Gintung yang menelan korban jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau