SURABAYA, KOMPAS.com — Tahun ini, produksi beras di Jawa Timur diperkirakan mencapai 7,6 juta ton. Dengan tingkat konsumsi beras masyarakat Jawa Timur sebanyak 3,6 juta ton, maka akan terjadi surplus beras sebesar 4 juta ton.
Tahun lalu, produksi beras di Jawa Timur mencapai 6,8 juta ton. Dengan penambahan tanaman padi hibrida seluas 4.500 hektar diperkirakan panen beras tahun ini naik 800.000 ton menjadi sekitar 7,6 juta ton beras.
"Surplus beras ini diharapkan dapat diekspor sehingga nilai tukar petani dapat meningkat. Realitas yang terjadi saat ini panen melimpah, tetapi pendapatan petani justru turun karena barang sulit dipasarkan," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Jumat (27/3) di Surabaya.
Menurut Soekarwo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Timur terkait potensi surplus beras. Bulog dipastikan mampu menyerap beras hingga satu juta ton.
Prioritas dalam negeri
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur Sutono membenarkan, Bulog sanggup menyerap beras hingga satu juta ton, tetapi pasokan beras akan diprioritaskan dahulu untuk kebutuhan dalam negeri.
"Tahun lalu, distribusi beras dalam negeri yang melalui Bulog Divre Jawa Timur mencapai 600.000 ton. Sedangkan potensi ekspor keluar negeri kecil karena beras kita kalah saingan dengan beras produksi Vietnam," ujar Sutono.
Beras premium kualitas ekspor harus memenuhi persyaratan tingkat patahan nol persen hingga lima persen. Sedangkan proses ekspor juga harus melalui persetujuan menteri perdagangan.
Menurut Sutono, pertengahan tahun ini prediksi ekspor beras secara nasional hanya sekitar 100.000 ton mengingat kemampuan produksi serta kualitas beras Indonesia yang kalah bersaing dengan produk luar negeri. Karena itu, peluang ekspor beras Jawa Timur tahun ini juga sangat ditentukan dengan faktor cuaca serta kualitas beras yang dihasilkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang