JAKARTA, KOMPAS.COM - Pembangunan rusunawa yang diperuntukkan bagi anggota TNI, Polri, pekerja, dan mahasiswa ini dijadwalkan selesai tahun ini.
Menurut Deputi Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto, di Jakarta, Jumat (27/3), pembagian 40 menara kembar (twin block) rusunawa tersebut adalah 11 menara untuk anggota TNI dan Polri, sebanyak 21,5 menara bagi pekerja, dan 8,5 menara untuk mahasiswa.
Pembangunan 40 menara rusunawa tersebut memanfaatkan lahan milik TNI dan Polri, lahan pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Zulfi menjelaskan, 40 menara rusunawa itu dibangun tersebar di DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bengkulu.
”Persiapan lahan untuk rusunawa itu sudah hampir final. Diharapkan, seluruh pembangunannya bisa selesai akhir tahun ini,” kata Zulfi.
Dijelaskan, setiap menara kembar rusunawa terdiri dari 80-100 unit, sehingga secara keseluruhan proyek pembangunan rusunawa itu bisa menyediakan 3.600 unit tempat tinggal.
Zulfi mengakui, pembangunan perumahan untuk rakyat hingga kini belum sesuai harapan. Hal ini, antara lain, karena belum optimalnya perhatian pemerintah daerah terhadap program perumahan dan permukiman.
Belum fokusnya perhatian pemerintah daerah terhadap perumahan rakyat antara lain tampak dari tersebarnya program tersebut di berbagai lembaga dan instansi. Tidak ada satu lembaga atau dinas yang khusus menangani perumahan rakyat.
Oleh karena itu, Zulfi mengharapkan semua instansi yang terkait program perumahan rakyat berkoordinasi. ”Kami minta mereka berkumpul dan punya persepsi yang sama,” tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang