Stimulus untuk 40 Menara Rusunawa

Kompas.com - 28/03/2009, 13:43 WIB
 

JAKARTA, KOMPAS.COM - Pembangunan rusunawa yang diperuntukkan bagi anggota TNI, Polri, pekerja, dan mahasiswa ini dijadwalkan selesai tahun ini.

Menurut Deputi Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto, di Jakarta, Jumat (27/3), pembagian 40 menara kembar (twin block) rusunawa tersebut adalah 11 menara untuk anggota TNI dan Polri, sebanyak 21,5 menara bagi pekerja, dan 8,5 menara untuk mahasiswa.

Pembangunan 40 menara rusunawa tersebut memanfaatkan lahan milik TNI dan Polri, lahan pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

Hampir final

Zulfi menjelaskan, 40 menara rusunawa itu dibangun tersebar di DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bengkulu.

”Persiapan lahan untuk rusunawa itu sudah hampir final. Diharapkan, seluruh pembangunannya bisa selesai akhir tahun ini,” kata Zulfi.

Dijelaskan, setiap menara kembar rusunawa terdiri dari 80-100 unit, sehingga secara keseluruhan proyek pembangunan rusunawa itu bisa menyediakan 3.600 unit tempat tinggal.

Zulfi mengakui, pembangunan perumahan untuk rakyat hingga kini belum sesuai harapan. Hal ini, antara lain, karena belum optimalnya perhatian pemerintah daerah terhadap program perumahan dan permukiman.

Belum fokusnya perhatian pemerintah daerah terhadap perumahan rakyat antara lain tampak dari tersebarnya program tersebut di berbagai lembaga dan instansi. Tidak ada satu lembaga atau dinas yang khusus menangani perumahan rakyat.

Oleh karena itu, Zulfi mengharapkan semua instansi yang terkait program perumahan rakyat berkoordinasi. ”Kami minta mereka berkumpul dan punya persepsi yang sama,” tutur dia.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau