Jakarta Matikan Lampu Bersama 2.848 Kota Dunia

Kompas.com - 28/03/2009, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Malam ini pukul 20.30-21.30, sebanyak 2.848 kota di 83 negara termasuk Jakarta akan mematikan lampunya selama satu jam sebagai bentuk partisipasi dalam aksi global Earth Hour untuk mengurangi laju perubahan iklim.
   
Ketua Badan Pengurus WWF-Indonesia Kemal Stamboel di Jakarta, Sabtu (28/3), mengatakan, Jakarta akan memadamkan beberapa bangunan ciri khas kota-kota besar, bangunan komersial, papan reklame di beberapa titik segitiga emas, dan sekaligus ribuan lampu di rumah tangga.
   
Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pemadaman di lima simbol Jakarta, yaitu Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, Monas dan air mancurnya, Gedung Balai Kota, Patung Pemuda, dan air mancur Arjuna Wiwaha.
   
Secara simbolis, pemadaman kelima simbol Jakarta akan berpusat di Gedung Balai Kota yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebagai Duta Earth Hour Indonesia dan tuan rumah aksi Jakarta Earth Hour Indonesia.
   
"Diharapkan, partisipasi DKI Jakarta pada Earth Hour 2009 berkontribusi menjadikan Jakarta lebih baik dari sisi efisiensi dan penghematan energi, sekaligus dalam upaya penanggulangan perubahan iklim," kata Fauzi Bowo.
   
Selama prosesi pemadaman lampu, Gedung Balai Kota akan diisi dengan hiburan bernuansa hemat listrik.
   
Kampanye hemat listrik ini juga disambut oleh kalangan pelaku bisnis, di mana tercatat ada 60 gedung dan jaringan hotel serta restoran memberikan konfirmasi ke WWF-Indonesia, juga 20.000 warga Indonesia yang telah menyatakan komitmen partisipasi Earth Hour secara online.
   
"Kegiatan satu hari Earth Hour merupakan aksi simbolis. Faktor terpenting yang menentukan keberhasilan Earth Hour dalam penanggulangan perubahan iklim adalah perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar di Indonesia," kata Kemal.

Global

Sebanyak 60 ibu kota dan 9 dari 10 kota metropolitan terpadat di muka bumi juga telah memberikan konfirmasi partisipasi Earth Hour 2009, antara lain, New York, London, Beijing, Paris, Moskwa, Singapura, Berlin, Roma, Athena, Kairo, Washington DC, Rio de Janeiro, Dubai, dan Meksiko.
   
Juga Sydney, Mumbay, Kuala Lumpur, Toronto, Kopenhagen, Manila, Istanbul, Nairobi, Bangkok, Los Angeles, Barcelona, Hongkong, Buenos Aires, dan Cape Town.
   
Piramid Giza di Mesir yang merupakan simbol kekuatan aksi bersama akan memimpin daftar 829 bangunan khas seluruh dunia mematikan lampu Earth Hour bersama, antara lain, Menara Eifel Paris, Stadion Sarang Burung Beijing, Patung Kristus Raja di Rio de Janeiro, Tower Bridge London, Empire State Building New York, Acropolis Athena, Colosseum Roma, dan Table Mountain Cape Town.
   
Juga Arc de Triomphe Paris, Gedung Opera Sydney, Menara Petronas Kuala Lumpur, Jalur Las Vegas (Las Vegas Trip), CN Tower Toronto, hotel tertinggi di dunia Burj Dubai, bangunan tertinggi di dunia "Taipei 101", Stadion Millennium Cardiff, London Eye, Jeram Niagara, bangunan karya Gaudi di Barcelona, Patung Marlion Singapura, Busur Stadion Wembley London, Sears Tower Chicago, Kubah St Peter Roma, dan Kastil Edinburg.
   
Adapun gedung-gedung dan bangunan pemerintahan yang akan mematikan lampunya di Jakarta antara lain Balai Kota, Monas, Bundaran HI, Patung Pemuda, Patung Arjuna Wiwaha, lima gedung wali kota di Jakarta, Kantor Bupati Kepulauan Seribu, seluruh kantor kecamatan dan kelurahan, lampu penerangan jalan bagian tengah di area Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto, Kuningan, dan Medan Merdeka.
   
Sementara itu, billboard dan signboard yang akan dipadamkan antara lain 27 buah milik HSBC di Jakarta, Semarang, Surabaya, Batam, Medan, Bogor, dan Bandung, 36 buah milik CITI di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Medan, Semarang, Bogor.
   
Demikian juga gedung dan baliho milik Garuda, gedung Grand Indonesia, gedung dan billboard Coca Cola Indonesia, kantor pusat Panasonic Gobel Indonesia, Polygon Cycle, gedung Sampoerna Strategic Square, Standard Chartered, kantor pusat dan 14 billboard Sharp, First Media, McDonalds, Procon Indah, dan PWC.
    
Selain itu, kantor Kementerian BUMN-Gedung Garuda, Gedung Depkominfo, PT Indosat, dan Kedubes Amerika Serikat juga akan berpartisipasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau