Sebelum Tewas, Pungky Hadiri Pengajian

Kompas.com - 28/03/2009, 17:16 WIB

KOMPAS.com — Naas memang dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tanpa pandang bulu. Hal yang sama juga dialami Pungky Andela (26), mahasiswa Universitas Trisakti, yang turut menjadi korban keganasan tragedi Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Banten, Jumat dini hari lalu.

Berdasarkan penuturan Cherry, saudara Pungky, korban sebelumnya pergi mengikuti pengajian keluarga di sebuah rumah tak jauh dari Situ Gintung pada hari Kamis malam, atau beberapa jam sebelum tanggul bervolume dua juta meter kubik tersebut memuntahkan isinya.

Seusai pengajian keluarga yang diikuti oleh enam hingga tujuh orang, Pungky memutuskan untuk menginap. Padahal, rumah indekos yang ditinggalinya dapat ditempuh tidak lebih dari 15 menit jika menggunakan sepeda motor.

Seperti diberitakan, sekitar pukul 04.00, tanggul yang dibangun Belanda pada tahun 1932-1933 tersebut meluluhlantakan kurang lebih 300 rumah warga. Jebolnya tanggul dipicu oleh hujan deras yang turun selama lima jam tanpa henti. Sejak itu pula, Pungky tak ditemukan.

Kini, pihak kerabat dan teman korban mencari jasad Pungky dari Posko UMJ, STIE Ahmad Dahlan, hingga RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. "Anehnya, dari antara enam hingga tujuh korban di rumah itu, hanya jenazah dia (Pungky) yang sampai sekarang belum ditemukan," ujar Cherry (21), saudara korban, di depan Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RSUP Fatmawati, Sabtu (28/3).

Cherry, ditemani beberapa saudara dan teman, mencocokkan antara foto Pungky dan jenazah seorang perempuan yang diperkirakan berusia 15-20 tahun. Jenazah tersebut disebut-sebut memiliki tahi lalat di sekitar dahi hingga leher, sama seperti Pungky.

Namun, setelah memeriksa secara saksama, ternyata jenazah perempuan yang memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter tersebut bukan Pungky. "Beda, dia (jenazah perempuan) tahi lalatnya di bahu, kalau Pungky di leher," ujar Cherry.

Dijelaskan Cherry, selain tahi lalat, Pungky memiliki ciri-ciri sebagai berikut; memiliki tanda lahir putih di sebelah kiri pusar, tonjolan daging di paha, serta gigi besar yang patah di sebelah kiri. Bagi yang melihatnya, Cherry meminta orang tersebut menghubunginya di 08568522373/021-92165813 dengan Indra, atau 02193347753 dengan Achie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau