Hingga Kemarin, 29 Anggota Macan Tamil Tewas

Kompas.com - 28/03/2009, 17:57 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com - Bertujuan menguasai semua wilayah yang dikuasai Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE), pasukan Sri Lanka menewaskan 29 pemberontak dalam berbagai pertempuran sengit di benteng pertahanan terakhir Macan Tamil di Puthukudiyiruppu dan Iranapali, di bagian utara pulau tersebut.
   
Sementara itu lebih dari 2.100 penduduk suku Tamil telah menyeberang ke daerah-daerah yang dikuasai pemerintah. "Para pemberontak LTTE menghadapi kekalahan mutlak setelah pasukan keamanan pemerintah siap mengurung para teroris itu ke suatu daerah dengan luas sekitar 21,5 kilometer persegi, termasuk Zona Larangan Perang yang diumumkan pemerintah Sri Lanka untuk menjamin keselamatan warga Tamil yang tak bersalah, yang daerahnya dikuasai pemberontak," kata kementerian pertahanan Jumat (27/3).
   
Tentara dari Divisi 58 terlibat perang sengit dengan para pejuang LTTE di wilayah umum di Pudukudiyirippu dan Iranapali di Mullaittivu, yang menyebabkan dipertimbangkannya sebagai daerah berbahaya bagi musuh.
   
Dalam operasi pencarian yang dilakukan di daerah tersebut setelah terjadi pertempuran selama beberapa jam, tentara pemerintah mendapati 13 mayat gerilyawan LTTE yang terbunuh dalam pertempuran.
   
Di tempat terpisah, pasukan penembak jitu yang dikirimkan ke Puthukudiyiruppu menembak tewas 16 pemberontak, tak jauh dari garis batas pertahanan mereka, kata laporan militer.
   
Total 2108 warga suku Tamil yang terjebak di daerah yang dikuasai LTTE telah bisa dijangkau pemerintah pengontrolannya, kata kementerian pertahanan.
   
Juru bicara militer, Udaya Nanayakkara mengatakan, total 58.000 warga suku Tamil telah melarikan diri dari daerah-daerah yang dikuasai oleh LTTE, dan menuju ke wilayah-wilayah pemerintah di dekatnya.
   
Kelompok yang melarikan diri terdiri 571 pria, 597 wanita dan 940 anak-anak, dan mereka tiba di daerah Pudukuduirippu beberapa jam kemudian, Kamis.
   
Pasukan Sri Lanka kemudian membebaskan sekolah Tamil Sivinagar di Pudukudiyiruppu yang diduduki oleh LTTE untuk aktivitas mereka, kata pihak militer.
   
Pertempuran hebat meletus antara pasukan keamanan dan LTTE sepanjang hari Kamis di wilayah itu.
  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau