KOLOMBO, KOMPAS.com - Bertujuan menguasai semua wilayah yang dikuasai Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE), pasukan Sri Lanka menewaskan 29 pemberontak dalam berbagai pertempuran sengit di benteng pertahanan terakhir Macan Tamil di Puthukudiyiruppu dan Iranapali, di bagian utara pulau tersebut.
Sementara itu lebih dari 2.100 penduduk suku Tamil telah menyeberang ke daerah-daerah yang dikuasai pemerintah. "Para pemberontak LTTE menghadapi kekalahan mutlak setelah pasukan keamanan pemerintah siap mengurung para teroris itu ke suatu daerah dengan luas sekitar 21,5 kilometer persegi, termasuk Zona Larangan Perang yang diumumkan pemerintah Sri Lanka untuk menjamin keselamatan warga Tamil yang tak bersalah, yang daerahnya dikuasai pemberontak," kata kementerian pertahanan Jumat (27/3).
Tentara dari Divisi 58 terlibat perang sengit dengan para pejuang LTTE di wilayah umum di Pudukudiyirippu dan Iranapali di Mullaittivu, yang menyebabkan dipertimbangkannya sebagai daerah berbahaya bagi musuh.
Dalam operasi pencarian yang dilakukan di daerah tersebut setelah terjadi pertempuran selama beberapa jam, tentara pemerintah mendapati 13 mayat gerilyawan LTTE yang terbunuh dalam pertempuran.
Di tempat terpisah, pasukan penembak jitu yang dikirimkan ke Puthukudiyiruppu menembak tewas 16 pemberontak, tak jauh dari garis batas pertahanan mereka, kata laporan militer.
Total 2108 warga suku Tamil yang terjebak di daerah yang dikuasai LTTE telah bisa dijangkau pemerintah pengontrolannya, kata kementerian pertahanan.
Juru bicara militer, Udaya Nanayakkara mengatakan, total 58.000 warga suku Tamil telah melarikan diri dari daerah-daerah yang dikuasai oleh LTTE, dan menuju ke wilayah-wilayah pemerintah di dekatnya.
Kelompok yang melarikan diri terdiri 571 pria, 597 wanita dan 940 anak-anak, dan mereka tiba di daerah Pudukuduirippu beberapa jam kemudian, Kamis.
Pasukan Sri Lanka kemudian membebaskan sekolah Tamil Sivinagar di Pudukudiyiruppu yang diduduki oleh LTTE untuk aktivitas mereka, kata pihak militer.
Pertempuran hebat meletus antara pasukan keamanan dan LTTE sepanjang hari Kamis di wilayah itu.