Evakuasi Situ Gintung Dihentikan, Korban Tewas Capai 91

Kompas.com - 28/03/2009, 19:50 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Hingga Sabtu (28/3) malam, pkl. 19.00 WIB total korban meninggal akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Kelurahan Cirendeu, Ciputat mencapai 91, terdiri dari 60 perempuan, 28 laki-laki, 3 mahasiswa UMJ (2 perempuan, 1 laki-laki). 11 korban belum teridentifikasi berada di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Korban hilang atau belum ditemukan mencapai 102.

Demikian disampaikan DR. Rahmat Salam, Ketua Posko Utama Bencana Situ Gintung, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta.

"Saat ini pencarian korban diberhentikan dulu karena Tim SAR juga butuh istirahat. Pencarian akan dilakukan besok jam 07.00 pagi dengan menggunakan anjing pelacak dari Direktorat Satwa Kepolisian." jelas Rahmat.

Tim SAR, kata Rahmat masih akan menyisir Kali Pesanggrahan dan akan mengupayakan pendekatan pada keluarga korban yang dinyatakan hilang karena ada informasi beberapa korban hilang sudah dibawa keluarganya.

10 alat berat seperti ekskavator, truk, mobil pemadam kebakaran utnuk menyemprot dan menyedot lumpur juga akan diturunkan. "Alhamdulillah proses evakuasi lancar semua. Seluruh titik mendapatkan bantuan" kata Rahmat Salam.

Meski sudah banyak yang datang, beberapa bantuan yang dibutuhkan masih jauh dari cukup seperti dana, selimut, kasur, sepatu boot untuk relawan, sarung tangan karet, linggis, dan kantung mayat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau