JAKARTA, KOMPAS.com — Anjloknya harga beras di pasar internasional perlu diwaspadai menyusul rencana ekspor beras jenis medium yang akan dilakukan pemerintah.
Menurut Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip, pemerintah perlu mengkaji ulang rencana ekspor beras. "Beras harganya agak lemah. Kalau ekspor beras saat ini tidak menguntungkan karena harganya rendah," kata Sunarsip di sela diskusi Kinerja Ekonomi dan Keuangan Terkini di kantor IEI, Jakarta, Minggu (29/3).
Sunarsip mengatakan, perlu dilakukan perhitungan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ekspor beras akan menguntungkan atau justru hanya ditunggangi kepentingan politis. "Ekspor beras harus dihitung apakah secara ekonomi menguntungkan atau politis saja. Sekarang kan mau pemilu," ujarnya.
Sebelumnya, Bulog mewaspadai potensi anjloknya harga beras di kuartal III-2009. Potensi turunnya harga beras internasional bisa dipicu oleh adanya kelebihan stok atau fluktuasi harga beras di beberapa negara produsen beras di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang