Anak-Anak Pun Ikut Kampanye PKS

Kompas.com - 30/03/2009, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelibatan warga negara yang belum memiliki hak pilih, termasuk anak-anak, tampaknya terus berulang. Ini pun terjadi dalam kampanye terbuka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3). Kehadiran anak-anak seolah masih menjadi pemandangan biasa.

Ibu Nur, kader PKS dari kawasan Jakarta Pusat, memiliki alasan yang sama dengan alasan-alasan para ibu yang membawa anaknya di sejumlah kampanye sebelumnya. "Kasihan, enggak ada yang jaga di rumah, jadi dibawa saja," ujar Nur yang membawa dua putra-putrinya.

Sementara itu, seorang remaja berumur sekitar 12 tahun yang ditemui di lokasi kampanye enggan menjawab banyak ketika ditanyai perihal kehadirannya di lokasi kampanye. Enggak pergi ke sekolah? Dia sempat mengangguk, tetapi segera diralat. "Libur," jawabnya singkat setelah disenggol oleh para pemuda yang bertubuh lebih besar di belakangnya.

Hampir semua bangku di tribune bawah Stadion Utama GBK dipenuhi massa. Tepat pukul 10.00 orasi politik akan segera dimulai. Hingga berita ini diturunkan, massa sedang dihibur oleh komedian Tike Priyatna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau