Pilih Jendela, Bukan Cuma Buat Ventilasi

Kompas.com - 30/03/2009, 15:34 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai negara tropis yang lembab seperti Indonesia, bangunan rumah cukup bergantung pada keberadaan jendela. Tidak lain, demi berlangsungnya ventilasi secara alami.

Namun kini, selain sebagai ventilasi udara jendela pun bermanfaat sebagai peredam kebisingan dari luar ke dalam bangunan rumah. Plus, jendela pun mampu memberikan nilai estetika tersendiri bagi sebuah bangunan.

Untuk itulah, banyak jendela didesain sedemikian rupa untuk memenuhi sekaligus ketiga fungsi tersebut. Tidak sulit memilih tipe jendela, sebetulnya. Letak atau lingkungan sekitar dan kebutuhan sudah cukup untuk dijadikan acuan. Simak beberapa panduan di bawah ini, misalnya:

Moon Gate
Jendela ini banyak terdapat di rumah-rumah berlanggam arsitektur Cina, yang kerap disebut dengan Jendela Bulan. Fungsinya sebagai penghubung visual antara dua ruangan yang dibatasinya, yaitu dijadikan sebagai pemisah antara halaman samping dan halaman utama.

Jendela Bi-fold
Dipasang di depan rumah, fungsi jendela ini akan sebagai pintu pembuka. Tetapi, jendela ini juga cocok dipakai di bagian samping kamar tidur atau samping rumah yang bersebelahan dengan taman atau kolam renang.

Permukaannya terbuat dari kaca, bentuknya pun menyerupai pintu yang bisa dibuka-tutup seluruhnya atau hanya sebagian. Hal yang harus diperhatikan, jendela ini sebaiknya tidak dipasang di tempat atau bagian ruang yang berpotensi terkena percikan air hujan dan sengatan langsung sinar matahari. Selain mudah berlumut, kaca ini juga gampang kotor, kesat, dan berjamur.  

Double Hung Window
Biasa disebut juga jendela Atas-Bawah, karena terdiri atas dua bagian, yaitu atas dan bawah. Kedua bagian jendela ini bisa dibuka bergantian dengan menggesernya (sliding). Udara bisa masuk baik dari atas ataupun bawah, tergantung kebutuhan.

Jendela ini bisa dibuat menggunakan bahan baik dari kayu atau alumunium dan relatif bisa digunakan di semua desain bangunan rumah, baik itu klasik atau modern, baik bangunan rumah besar atau kecil

Ayun atau Casement
Karakteristik jendela ini memiliki bukaan dan jendela yang menjorok keluar, yang bisa digunakan jika menginginkan aliran udara masuk ke dalam rumah. Biasanya, jendela ini menggunakan bahan alumunium dan kaca, yang bisa dipilih memakai dua pilihan pemasangan yaitu jungkit dan butt. Hanya saja, penempatannya harus memperhatikan baik tidaknya sirkulasi udara dari luar

Nako
Jika rumah Anda berada dekat atau bahkan di pinggir jalan raya, model jendela ini tepat dijadikan pilihan. Nako bisa mengalirkan udara ke dalam ruang tanpa membawa debu atau polusi dari luar rumah.

Memang, desain nako dari zaman dulu sampai sekarang tidak berkembang, alhasil terkesan ketinggalan zaman. Padahal ditinjau dari fungsinya, nako mampu memenuhi dua fungsi sekaligus, yakni sebagai ventilasi udara dan cahaya. Dengan nako, udara dapat masuk lebih leluasa, karena arah dan kecepatan angin bisa diatur sesuai kebutuhan

Hopper
Mempunyai karakter bukaan yang membuat udara mengalir ke atas. Untuk menggunakannya di rumah, pastikan posisi jendela agak rendah dari dinding.

Cirinya, engsel jendela ini terbalik, yakni di bawah dan biasanya digunakan oleh negeri empat musim untuk jendela ruang bawah tanah dan kerap disebut fixed pane window. Tetapi, di kota besar seperti Jakarta, jendela ini juga bisa digunakan di perkantoran atau ruangan ber-AC lainnya. Tidak dapat dibuka lebar, namun jendela ini mampu untuk membung asap rokok keluar ruangan.

Namun demikian, muncul indikasi bahwa jendela jalusi mampu meminimalkan intrusi kebisingan sedikit lebih baik dibandingkan dua model jendela yang lain. 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau