JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Gusti Putu Artha, meminta kepada para tim pemantau pemilu untuk mengawasi adanya serangan fajar yang dilakukan partai politik. Dengan begitu, pengawasan yang dilakukan lembaga pemantau tidak hanya terfokus pada acara pelaksanaan pemilu, tetapi juga tahapan pemilu lainnya, seperti serangan fajar tersebut.
"Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif dari para pemantau agar tidak hanya terfokus pada pemantauan saat Pemilu saja. Justru yang tidak kalah pentingnya, menjelang pemilu itu rawan pelanggaran, seperti serangan fajar yang sudah akrab di kalangan masyarakat," katanya di Jakarta, Senin (30/3).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, bentuk-bentuk kerawanan yang dipastikan bakal dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi sudah diminimalkan KPU.
Misalnya, penggelembungan suara maupun menggunaan sisa surat suara. Sebabnya, KPU telah membagikan salinan DPT tersebut kepada masing-masing saksi dan menempelnya di papan pengumuman di sekitar TPS. Dengan demikian, langsung diketahui jika ada pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya.
Selain itu juga manipulasi rekapitulasi. Pada pemilu saat ini, dipastikan susah dimanipulasi karena masing-masing pihak yang berkepentingan dengan hal itu diberi salinannya. Dengan demikian, langsung diketahui jika terjadi kesalahan.
"Termasuk, rekapitulasi tersebut, langsung dimasukkan alat scan yang berhubungan langsung dengan KPU pusat. Ini bentuk untuk meminimalkan terjadinya kecurangan tersebut, termasuk tahapan-tahapan lain yang bisa disalahgunakan, juga sudah ditekan sedemikian rupa," terangnya.
Oleh karena itu, imbuh Putu, peluang yang bisa dimanfaatkan untuk disalahgunakan hanya melalui serangan fajar dari rumah ke rumah. Mengingat, minimnya petugas untuk melakukan pengawasan hal tersebut hingga ke daerah-daerah sehingga rawan untuk dimanfaatkan partai ataupun caleg.
"Itu tadi, mungkin kesempatan yang bisa dimanfaatkan hanya serangan fajar. Makanya, saya minta tolong kepada teman-teman pemantau untuk concern terhadap serangan fajar tersebut," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang