Basri Lengser, Widodo Jadi Pelatih Persela

Kompas.com - 30/03/2009, 21:36 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Mantan asisten pelatih tim Nasional PSSI, Widodo Cahyono Putra, resmi dikontrak sebagai pelatih Persela Lamongan. Dia ditunjuk menggantikan posisi M Basri yang dilengserkan.

Pengumuman pergantian pelatih itu disampaikan Ketua Umum Persela yang juga Bupati Lamongan, Masfuk, Senin (30/3). Penetapan Widodo dilakukan melalui pertemuan pengurus dan ofisial tim beberapa hari lalu. Bahkan, Basri yang merekomendasikan mantan pemain timnas itu kepada pengurus untuk menangani Persela hingga akhir musim ini.

Tanpa menyebut nama, Masfuk mengakui, ada beberapa nama pelatih asing dan lokal yang sebelumnya sempat masuk daftar untuk menggantikan posisi Basri.

"Pergantian struktur pelatih ini, untuk memperkuat manajemen tim sekaligus mendongkrak kembali prestasi Persela pada sisa kompetisi," kata Masfuk menjelaskan.

Pada Liga Super musim pertama ini, Masfuk menargetkan Persela bisa memperbaiki prestasi yang diraih saat kompetisi Liga Indonesia musim sebelumnya, yang berakhir di peringkat keenam.

Dengan pengalaman segudang yang dimiliki Widodo sebagai pemain maupun asisten pelatih timnas, Masfuk optimistis, Persela kembali mampu memperbaiki penampilannya pada 11 laga tersisa di kompetisi musim ini.

"Apalagi Widodo lulusan terbaik dari kursus kepelatihan Lisensi A yang diselenggarakan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) beberapa waktu lalu. Tenaga dan pikirannya akan sangat membantu tim ini," katanya menambahkan.

"Sementara ini, Widodo dikontrak hingga akhir musim. Tapi kalau memang prestasinya bagus, kelanjutannya akan dibicarakan lagi," kata Masfuk tanpa menyebut nilai kontrak Widodo.

Ia menambahkan, Basri yang telah bergabung di Persela sejak musim 2007, juga tidak langsung didepak. Mantan pelatih PSM Makassar itu masih diberi kepercayaan menjadi penasehat teknis, baik di tim senior maupun junior (U-21).

Namun, sejumlah sumber menyebutkan, pelengseran Basri ini tidak lepas dari performa buruk yang dialami "Laskar Joko Tingkir" selama putaran kedua Liga Super.

Dari enam laga terakhir yang sudah dimainkan, Marcio Souza dan kawan-kawan hanya mampu meraih satu kemenangan, sekali seri serta empat kali kalah. Alhasil, Persela yang pada putaran pertama sempat bertengger di papan atas klasemen sementara, kini melorot ke posisi sembilan atau papan tengah dengan poin 39.

Widodo mengaku, sebelum menerima tawaran sebagai pelatih Persela, dirinya sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub Liga Super maupun divisi utama.

"Tapi saat itu saya masih pikir-pikir. Tapi begitu tugas saya sebagai asisten pelatih timnas berakhir dengan turunnya surat dari PSSI beberapa hari lalu, saya langsung terima tawaran melatih Persela. Alasan utamanya karena tim ini punya manajemen bagus dan materi pemain yang cukup bersaing," katanya.

Mantan penyerang Petrokimia Putra Gresik ini berjanji, akan mengeluarkan segala kemampuannya untuk mendongkrak prestasi Persela pada kompetisi musim ini.

"Saya tetap optimistis, Persela bisa beranjak lagi ke papan atas. Tapi semua membutuhkan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, terutama pemain dan manajemen tim," katanya menegaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau