JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat gender Ani Sutjipto dari Universitas Indonesia (UI) mempertanyakan kembali komitmen Partai Golkar dalam mendukung keterwakilan perempuan di parlemen. Ani menilai Golkar plintat-plintut dengan sikapnya.
"Saya sangat menghargai, affirmative action, zipper system itu Golkar yang usulkan baru kemudian ditularkan ke partai lain. Tapi yang mematahkan juga Golkar. Jadi saya ragu, Golkar ini serius komitmennya atau enggak?" ujar Ani dalam diskusi Agenda 23 Golkar di Kantor DPP Golkar, Selasa (31/3).
Menurut Ani, sikap yang tak jelas ini mengkhawatirkan padahal sejak awal Golkar mengatakan akan konsisten dengan sikap tersebut. Ani mengatakan muara keputusan sekarang berada di tangan pimpinan parpol. Namun, Ani belum dapat memastikan penilaian bagi Golkar dalam hal sikap terhadap keterwakilan perempuan.
"Karena terus berubah-ubah, kita juga sulit untuk trust," tandas Ani.
Ani berharap ke depannya, Golkar tidak hanya melihat perempuan sebagai alat saja tetapi sebagai penentu wajah Golkar ke depannya. "Jadi affirmative action dalam partai politik harus diusahakan," tandas Ani.
Sementara itu, caleg Golkar Meutia Hafidz dari dapil Sumut mengatakan, Golkar melihat bahwa mekanisme penetapan caleg terpilih dengan suara terbanyak justru menjadi kesempatan bagi caleg perempuan dan laki-laki untuk bersaing secara ketat dan sehat.
"Hanya saja, situasi yang kondusif ini diperjuangkan," tutur Meutia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang