LAMONGAN, KOMPAS.com — Sebanyak tiga proyek senilai Rp 6,723 miliar di Lamongan, Selasa (31/3), diresmikan Bupati Lamongan Masfuk. Ketiga proyek itu yakni pembangunan Pusat Informasi dan Promosi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lamongan senilai Rp 1,764 miliar, Puskesmas Kecamatan Lamongan senilai Rp 1,191 miliar, dan Gedung Perpustakaan Lamongan dengan nilai Rp 3,768 miliar.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Mursyid menyatakan, Gedung Pusat Informasi dan Promosi menempati lahan seluas 2.005 meter persegi akan digunakan sebagai ruang pamer produk unggulan Kabupaten Lamongan dari 27 kecamatan. Gedung itu sudah dilengkapi fasilitas koneksi internet nirkabel (wi-fi) gratis.
Selain menampilkan produk unggulan itu dalam etalase yang menarik, gedung itu dilengkapi data produsen masing-masing produk. Gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan informasi, konsultasi, advokasi, dan layanan peningkatan mutu produk unggulan Lamongan, kata Mursyid.
Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi pada Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Choirul Djamhari menyatakan, pembangunan pusat informasi UKM semacam itu akan percuma jika tidak bisa memberi solusi untuk para pengusaha kecil dan menengah. Menurut Choirul, negara-negara yang mampu bertahan dari hantaman krisis adalah negara yang menjadikan usaha kecil sebagai tulang punggung perekonomian. Ahli ekonomi yang membahas ekonomi tanpa membahas UKM patut dipertanyakan. UKM perlu bimbingan agar bisa berkembang, kata Choirul.
Menurut dia, paling tidak ada dalam sebuah pusat layanan informasi bagi UKM harus bisa menjadi pusat keunggulan, pusat rujukan, dan menjadi penyedia pusat informasi yang hanya ditemukan di UKM Centre tersebut. Selain itu, UKM Centre juga harus bisa menjadi pusat problem solving atau mengatasi masalah. "Kalau hanya bisa memberikan nasihat agar bersabar ketika ada masalah ya UKM Centre akan mubazir," katanya.
Terkait barang yang dipajang dia berpesan jangan menyajikan produk yang biasa-biasa saja, tetapi jangan semua dijadikan unggulan. Bila banyak unggulan sama artinya tidak punya unggulan.
Bupati Lamongan Masfuk berharap agar ada strategi pemasaran khusus dari pengelola Pusat Informasi dan Promosi. Menurut dia, pengelola harus aktif menarik UKM agar mau masuk ke UKM Center, jangan hanya andalkan gedung megah. "Saya ingin petugas di Pusat Informasi dan Promosi nantinya adalah orang-orang yang benar-benar paham dengan produk unggulan di Lamongan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang