DEN HAAG, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan, utusan khusus negaranya bertegur sapa akrab dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
Pertemuan antara Richard Holbrooke dan Mohammed Mehdi Akhoondzadeh terjadi di sela-sela pertemuan mengenai Afganistan di Den Haag, Belanda, Selasa (31/3). Amerika menyambut kehadiran Iran dalam pertemuan itu.
Para pengamat mengatakan, menurunnya ketegangan antara Amerika dan Iran ini merupakan dampak kebijakan baru yang diterapkan Gedung Putih di bawah Presiden Barack Obama. Sebelumnya, Iran mengeluarkan pernyataan positif yang hati-hati terhadap rencana Amerika meningkatkan kerja sama regional mengenai Afganistan.
"Dalam konferensi itu, wakil khusus kami untuk Afganistan, Richard Holbrooke, bertegur sapa sebentar dengan ketua delegasi Iran," ujar Hillary dalam acara jumpa pers. Dia mengatakan, pertemuan itu tidak direncanakan, namun Hollbrooke dan Akhoondzadeh sepakat untuk terus berhubungan.
Dia menambahkan, kehadiran Iran dalam pertemuan hari Selasa (31/3) ini merupakan pertanda menjanjikan kerja sama di masa depan. Hillary berbicara di akhir pertemuan satu hari yang dihadiri delegasi dari 70 negara dan organisasi yang ingin membangun kembali Afganistan.
Pertemuan ini diselenggarakan PBB di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa tidak banyak kemajuan dicapai sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2001. Dalam konferensi itu, Presiden Afganistan Hamid Karzai mengatakan, sebagian bantuan untuk negaranya sia-sia. Dia mengatakan, kegagalan menyampaikan bantuan secara efektif merupakan penyebab rasa tidak puas warga Afganistan.
Sebagai jawaban, Hillary mengatakan, bantuan harus dibelanjakan secara efektif. Dia menambahkan, Pemerintah Afganistan harus lebih bertanggung jawab dan berupaya keras mengatasi korupsi. Dalam jangka panjang biaya membangun Afganistan tinggi, namun akan sepadan dengan hasilnya. "Mari kita bergerak sesuai dengan pepatah kuno Afganistan: kesabaran bisa pahit, namun buahnya manis," ujarnya.
Wartawan BBC mengatakan, strategi baru Presiden Barack Obama di Afganistan ini disambut positif dalam konferensi itu.
Akhoondzadeh mengatakan, Iran siap berpartisipasi penuh dalam proyek-proyek yang bertujuan memerangi penyelundupan narkoba dan rencana menyangkut pembangunan kembali Afganistan. Namun, dia mengkritik rencana Amerika mengirim pasukan tambahan ke wilayah itu dengan mengatakan, dananya lebih baik digunakan untuk mendirikan militer Afganistan. "Kehadiran pasukan asing tidak memperbaiki apa pun di negara itu, dan tampaknya penambahan tentara juga tidak akan efektif," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang