AS-Iran Saling Bertegur Sapa

Kompas.com - 01/04/2009, 08:11 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan, utusan khusus negaranya bertegur sapa akrab dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Pertemuan antara Richard Holbrooke dan Mohammed Mehdi Akhoondzadeh terjadi di sela-sela pertemuan mengenai Afganistan di Den Haag, Belanda, Selasa (31/3). Amerika menyambut kehadiran Iran dalam pertemuan itu.

Para pengamat mengatakan, menurunnya ketegangan antara Amerika dan Iran ini merupakan dampak kebijakan baru yang diterapkan Gedung Putih di bawah Presiden Barack Obama. Sebelumnya, Iran mengeluarkan pernyataan positif yang hati-hati terhadap rencana Amerika meningkatkan kerja sama regional mengenai Afganistan.

"Dalam konferensi itu, wakil khusus kami untuk Afganistan, Richard Holbrooke, bertegur sapa sebentar dengan ketua delegasi Iran," ujar Hillary dalam acara jumpa pers. Dia mengatakan, pertemuan itu tidak direncanakan, namun Hollbrooke dan Akhoondzadeh sepakat untuk terus berhubungan.

Dia menambahkan, kehadiran Iran dalam pertemuan hari Selasa (31/3) ini merupakan pertanda menjanjikan kerja sama di masa depan. Hillary berbicara di akhir pertemuan satu hari yang dihadiri delegasi dari 70 negara dan organisasi yang ingin membangun kembali Afganistan.

Pertemuan ini diselenggarakan PBB di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa tidak banyak kemajuan dicapai sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2001. Dalam konferensi itu, Presiden Afganistan Hamid Karzai mengatakan, sebagian bantuan untuk negaranya sia-sia. Dia mengatakan, kegagalan menyampaikan bantuan secara efektif merupakan penyebab rasa tidak puas warga Afganistan.

Sebagai jawaban, Hillary mengatakan, bantuan harus dibelanjakan secara efektif. Dia menambahkan, Pemerintah Afganistan harus lebih bertanggung jawab dan berupaya keras mengatasi korupsi. Dalam jangka panjang biaya membangun Afganistan tinggi, namun akan sepadan dengan hasilnya. "Mari kita bergerak sesuai dengan pepatah kuno Afganistan: kesabaran bisa pahit, namun buahnya manis," ujarnya.

Wartawan BBC mengatakan, strategi baru Presiden Barack Obama di Afganistan ini disambut positif dalam konferensi itu.

Akhoondzadeh mengatakan, Iran siap berpartisipasi penuh dalam proyek-proyek yang bertujuan memerangi penyelundupan narkoba dan rencana menyangkut pembangunan kembali Afganistan. Namun, dia mengkritik rencana Amerika mengirim pasukan tambahan ke wilayah itu dengan mengatakan, dananya lebih baik digunakan untuk mendirikan militer Afganistan. "Kehadiran pasukan asing tidak memperbaiki apa pun di negara itu, dan tampaknya penambahan tentara juga tidak akan efektif," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau