Pengungsi Situ Gintung Kekurangan Beras

Kompas.com - 01/04/2009, 09:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai hari keenam pascajebolnya tanggul Situ Gintung, Rabu (1/4), bantuan terus mengalir ke posko utama yang berlokasi di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta di Cirendeu, Ciputat.

Meski terlihat berlimpah, ternyata masih ada juga bantuan yang dirasakan kurang, seperti beras, minyak goreng, dan perlengkapan untuk memasak.

Sementara itu, seperti dijelaskan Ricky, salah seorang relawan, kebutuhan kasur dan guling juga masih minim. "Kita memerlukan sebanyak 30 buah kasur, bantal dan guling sebanyak 20 buah," kata Ricky di posko utama UMJ.

Namun, Ricky menyarankan, bagi warga yang ingin menyumbang untuk tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk pakaian. "Bantuan untuk pakaian masih menggunung, lebih baik bantuannya diberikan dalam bentuk lain," ujar Ricky.

Bagi para donatur yang ingin menyumbang, dapat menghubungi media center di posko utama UMJ atau menelepon nomor 021-7490385.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bencana jebolnya tanggul Situ Gintung sampai saat ini telah menewaskan 99 orang, menghancurkan 319 rumah warga, dan puluhan warga masih dilaporkan hilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau