Korut Ancam Tembak Jatuh Pesawat Mata-mata AS

Kompas.com - 01/04/2009, 13:35 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara (Korut), Rabu (1/4), mengancam akan menembak jatuh setiap pesawat mata-mata Amerika Serikat jika melanggar wilayah udaranya untuk memantau peluncuran roket.

Peringatan itu menyusul rangkaian tuduhan bahwa pesawat AS meningkatkan aktivitasnya di wilayah timur laut Korea di mana Korut sedang bersiap meluncurkan roket.

Korut mengumumkan akan meluncurkan satelit komunikasi antara 4-8 April, sementara AS, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang menyebutnya sebagai kedok bagi ujicoba satu rudal balistik jarak jauh. Hari ini, Stasiun Radio Sentral Korut mengecam tindakan AS yang menggunakan pesawat mata-mata untuk memantau persiapan peluncuran itu.

"Seandainya pesawat mata-mata AS berani memasuki wilayah udara kami guna memantau persiapan-persiapan bagi peluncuran satelit untuk tujuan-tujuan damai, pasukan revolusioner kami akan menembak jatuh mereka tanpa ampun," katanya. Korut terus-menerus menuduh AS dan Korsel menerbangkan pesawat mata-mata.

Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Selasa, memberitakan bahwa pesawat-pesawat Korsel telah melakukan kegiatan spionase yang "intensif" terhadap sasaran-sasaran strategis setiap hari dari tanggal 9 sampai 20 Maret.

KCNA mengatakan, sebuah pesawat AS RC-35 melakukan penerbangan ulang-alik antara pangkalan rudalnya Musudan-ri dan pelabuhan utara Wonsan pada 13, 17, dan 22 Maret.

"Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan DPRK (Korut) dan provokasi militer yang berbahaya," kata KCNA sambil mengancam bahwa pesawat mata-mata AS itu berada dalam jangkauan serangan balik Korut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau