Besok, Hasil Otopsi David Keluar

Kompas.com - 01/04/2009, 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil otopsi atas mahasiswa Fakultas Elektro dan Elektronika Universitas Nanyang (NTU) Singapura, David Hartanto Widjaja, akhirnya akan dikeluarkan Kamis (2/4) besok. Hasil otopsi ini telah ditunggu keluarga Widjaja selama satu bulan setelah kematian David. 

"Besok hasil otopsinya akan keluar. Kami akan melihat bagaimana hasilnya. Kita lihat apakah David tewas karena bunuh diri atau dibunuh!" ujar Iwan Piliang, Ketua Tim Verifikasi kasus David, dalam konferensi pers di Resto Oasis, Jakarta, Rabu (1/4). 

David diduga tewas bunuh diri setelah menusuk dosen pembimbing tugas akhirnya, Profesor Chan Kap Luk (45) pada 2 Maret 2009 di kampusnya. Namun, keluarga mahasiswa tingkat akhir itu tidak percaya David tewas bunuh diri. 

Keluarga yakin, bungsu dari dua bersaudara itu tewas akibat dibunuh. Kesimpulan ini dilihat dari sejumlah kejanggalan pada peristiwa itu. 

"Pertama, katanya David menikam dosennya yang sedang duduk menghadap komputer. Padahal, kursi dosen itu tinggi, sehingga tidak masuk akal adik saya menusuk punggungnya. Kedua, kenapa kursinya tidak ada noda darah jika ditusuk saat duduk?" tutur kakak David, William Widjaja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau