Para Relawan dan Tim SAR Mulai Kelelahan

Kompas.com - 01/04/2009, 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari keenam bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, para relawan dan tim SAR mulai mengalami kelelahan. Ketua Posko Kesehatan Muhammadiyah, dr Slamet M PdKed, menjelaskan bahwa persedian multivitamin di posko Muhammadiyah kosong karena banyak permintaan dari relawan.

"Para relawan dan SAR sudah kelelahan, mereka bekerja dari hari pertama bencana. Medan yang luas dan cukup berat cukup menguras tenaga mereka," kata Slamet di Posko Kesehatan UMJ, Rabu (1/4).

Selain kelelahan, terdapat juga relawan dan SAR yang mengalami luka akibat terkena seng atau paku sisa reruntuhan bangunan. Untuk para pengungsi, Slamet menerangkan bahwa mereka dalam kondisi baik. "Kalaupun ada yang sakit, kebanyakan terkena gatal-gatal dan ISPA," katanya.

Slamet juga menerangkan, jika ada pengungsi atau relawan yang memang harus mendapatkan perawatan intensif maka posko kesehatan UMJ akan merujuk mereka ke RS Fatmawati dan beberapa rumah sakit Islam di Jakarta.

Untuk biaya perawatan, Slamet mengatakan, "Jika korban dirawat pada rumah sakit rujukan maka mereka tidak dikenakan biaya apa pun." Selain itu, pada hari keenam setelah bencana ini, beberapa wartawan pun mulai mendatangi posko kesehatan. Ada yang mengeluhkan gatal-gatal. Namun, kebanyakan dari wartawan mengeluhkan merasa pusing dan lemas.

"Kepala saya terasa pusing, mungkin karena kelelahan. Dari hari pertama saya sudah tugas di sini, wilayah yang luas, cukup menguras tenaga," terang seorang wartawan cetak yang enggan disebutkan namanya. (C5-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau