JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari keenam bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, para relawan dan tim SAR mulai mengalami kelelahan. Ketua Posko Kesehatan Muhammadiyah, dr Slamet M PdKed, menjelaskan bahwa persedian multivitamin di posko Muhammadiyah kosong karena banyak permintaan dari relawan.
"Para relawan dan SAR sudah kelelahan, mereka bekerja dari hari pertama bencana. Medan yang luas dan cukup berat cukup menguras tenaga mereka," kata Slamet di Posko Kesehatan UMJ, Rabu (1/4).
Selain kelelahan, terdapat juga relawan dan SAR yang mengalami luka akibat terkena seng atau paku sisa reruntuhan bangunan. Untuk para pengungsi, Slamet menerangkan bahwa mereka dalam kondisi baik. "Kalaupun ada yang sakit, kebanyakan terkena gatal-gatal dan ISPA," katanya.
Slamet juga menerangkan, jika ada pengungsi atau relawan yang memang harus mendapatkan perawatan intensif maka posko kesehatan UMJ akan merujuk mereka ke RS Fatmawati dan beberapa rumah sakit Islam di Jakarta.
Untuk biaya perawatan, Slamet mengatakan, "Jika korban dirawat pada rumah sakit rujukan maka mereka tidak dikenakan biaya apa pun." Selain itu, pada hari keenam setelah bencana ini, beberapa wartawan pun mulai mendatangi posko kesehatan. Ada yang mengeluhkan gatal-gatal. Namun, kebanyakan dari wartawan mengeluhkan merasa pusing dan lemas.
"Kepala saya terasa pusing, mungkin karena kelelahan. Dari hari pertama saya sudah tugas di sini, wilayah yang luas, cukup menguras tenaga," terang seorang wartawan cetak yang enggan disebutkan namanya. (C5-09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang