Nurdin: Pelatih SEA Games Belum Ditentukan

Kompas.com - 01/04/2009, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan, PSSI belum menunjuk seorang pelatih untuk menangani tim nasional yang disiapkan tampil di SEA Games Laos bulan Desember. Pasalnya, sampai sekarang mereka belum bisa menentukan pelatih yang cocok dan memenuhi kriteria yang diinginkan.

"Sampai saat ini, PSSI belum memutuskan pelatih yang diberi kepercayaan menangani timnas SEA Games. Kami masih menentukan siapa pelatih yang kiranya cocok untuk menangani timnas yang akan diterjunkan ke SEA Games,” ungkapnya di Sekretariat PSSI, Rabu (1/4).

Seperti diketahui, kini pemain yang dipanggil masuk Pelatnas PSSI SEA Games sudah berada di kota Palembang untuk melakukan latihan bersama. Ironisnya, meski Nurdin mengatakan PSSI belum menunjuk seorang pelatih untuk menukangi timnas, tetapi pelatih asal Uruguay, Cesar Payovic Perez, yang didampingi asistennya, Gabriel Jorge Anon, dan pelatih fisik, Fransisco Morales (juga dari Uruguay), sudah berada di Palembang, Sumatera Selatan, bersama 26 pemain yang dipanggil sejak 31 Maret lalu.

Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Hamka B Kadi sehari sebelumnya mengatakan, Cesar dan tim akan didampingi oleh seorang asisten pelatih timnas senior yang juga mantan pemain nasional Sudirman. Meskipun demikian, tampaknya Nurdin secara implisit belum mengakui keberadaan Cesar Payivic dan kawan-kawan.

BTN, diakui oleh Hamka, telah memanggil 26 pemain untuk bergabung di Palembang. "26 pemain telah dipanggil, tetapi ada beberapa pemain yang disiapkan sebagai pemain pengganti yang sewaktu-waktu mengisi kekosongan pemain yang tidak memenuhi panggilan akibat cedera," katanya.

Pemain pengganti yang disiapkan oleh BTN terdiri dari Imam Sukma Suprapto (Sriwijaya FC U-21), Titus Londouw Bonai (PKT Bontang), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya), Alan Artur Aronggear (Persipura U-21), Joko Sidik (PKT Bontang U-21), Tony Sucipto (Sriwijaya FC), Imanuel Wanggai, Ian Kabes, Boaz Solossa (Persipura Jayapura), dan Harmoko (Persema Malang).

Para pemain ini dijelaskan Hamka akan mengisi kekosongan tempat bila di antara 26 nama ada yang cedera, seperti yang saat ini sedang menimpa striker Deltras Sidoarjo, Dede Hugo. Dede cedera ketika membela timnya saat berhadapan dengan PSMS Medan pada lanjutan Liga Super Indonesia 2008/2009, Sabtu lalu.

Menyikapi cedera Dede tersebut, Hamka mengaku tidak ingin mengomentarinya karena, jika ada pemain yang dipanggil sedang cedera, tentu klub tempat pemain bernaung akan memberikan keterangan melalui surat. "Sampai saat ini, kami belum mendapat surat keterangan resmi dari klub pemain yang bersangkutan," ujarnya.

Jika memang ada surat dari klub yang pemainnya cedera, Hamka mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pemain pengganti. "Kami sudah menyiapkan opsi lain jika pemain yang dipanggil berhalangan, makanya kami menyiapkan pemain pengganti di luar 26 pemain yang kami panggil lebih awal," urainya.

- Daftar pemain yang dipanggil:

Kiper: Kurnia Meiga (Arema Malang), Johan Angga (Persijap Jepara), Dede Suleman (Sriwijaya FC), Frenky Irawan (PSM Makassar), Dedi Heryanto (Persib Bandung U-21)

Pemain belakang: Herry Susili (PSIS Semarang), Maikel Detubun (PKT Bontang), Dedi Indra Sampurna (Persikab Kabupaten Bandung), Achmad Jufriyanto, Richie Pravita Hari (Arema Malang), Djayusman Triasdi, Rachmat Latif (PSM Makassar), Windu Hanggoro Putra, Elvis Nelson Anes (PON DKI), Anggi Indra Permana (Persib Bandung U-21),

Pemain tengah: M Fauzan Djamal (Semen Padang), Ferdinand Alfred Sinaga, Riski Novriansyah (Pelita Jaya U-21), Hendro Siswanto (PSIS Semarang), Fendry Mofu (Persiwa Wamena), Lucky Wahyu, Dwi Permana (Persebaya Surabaya), Arry Vilanop Martin, Rendy Saputra (Persib Bandung U-21)

Pemain depan: Zisva Siswanto Maco (Semen Padang), Dede Hugo Kunarko (Deltras), Gherry Setia Adhi Nugraha, Jajang Mulyana (Pelita Jaya).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau