Gresik Capai 20 Persen Lebih Anggaran Pendidikan

Kompas.com - 01/04/2009, 20:34 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Anggaran pendidikan di Kabupaten Gresik yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 senilai Rp 117 miliar atau 27,26 persen dari total APBD kabupaten itu senilai Rp 900 miliar.
   
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Chuzaini Mustaz, Rabu (1/4), anggaran tersebut diperuntukkan 54 item anggaran belanja langsung (non-gaji), antara lain program waib belajar pendidikan dasar (wajardikdas), program peningkatan mutu pendidikan, dan tenaga pendidik, manajemen pelayanan pendidikan, program keragaman budaya, pendidikan anak usia dini, dan peningkatan sarana pendidikan.
   
"Itu baru sebatas anggaran belanja langsung, belum ditambah anggaran gaji pegawai yang mencapai 40 persen dari total anggaran yang ada di pos pendidikan, dan pendidikan di luar dinas seperti diklat pendidikan bagi PNS," katanya.
   
Jumlah anggaran pendidikan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya Pemkab Gresik mengalokasikan 26 persen.
   
Ketua Komisi D DPRD Gresik, Syafiqi M Zain, mengatakan, dari total anggaran APBD 2009 mencapai Rp 900 miliar, sebanyak Rp 600 miliar digunakan untuk belanja tidak langsung, sedangkan sisanya belanja langsung.
   
Namun, sayangnya terus bertambahnya anggaran pendidikan Gresik, tak disertai dengan peningkatan pengelolaan keuangan yang baik oleh sekolah.
   
Ini dibuktikan meski sudah dibiayai pemerintah, masih saja ada sekolah yang menarik iuran untuk pembangunan sekolah. "Pengelolaan keuangan oleh sekolah amburadul, sehingga masih dijumpai kebocoran anggaran," katanya.
   
Untuk itu, tahun ini Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran Rp 100 juta untuk melatih para pengelola sekolah, terkait pembuatan hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Sekolah, yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
   
Sebelumnya Komisi D DPRD Gresik sempat mengusulkan anggaran taktis Rp 5 miliar diperuntukkan dana pembangunan sekolah, tapi tidak terealisasi. "Harapan kami dana tersebut disediakan guna membiayai sekolah agar tak lagi dijumpai iuran uang pembangunan," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau