GRESIK, KOMPAS.com - Anggaran pendidikan di Kabupaten Gresik yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 senilai Rp 117 miliar atau 27,26 persen dari total APBD kabupaten itu senilai Rp 900 miliar.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Chuzaini Mustaz, Rabu (1/4), anggaran tersebut diperuntukkan 54 item anggaran belanja langsung (non-gaji), antara lain program waib belajar pendidikan dasar (wajardikdas), program peningkatan mutu pendidikan, dan tenaga pendidik, manajemen pelayanan pendidikan, program keragaman budaya, pendidikan anak usia dini, dan peningkatan sarana pendidikan.
"Itu baru sebatas anggaran belanja langsung, belum ditambah anggaran gaji pegawai yang mencapai 40 persen dari total anggaran yang ada di pos pendidikan, dan pendidikan di luar dinas seperti diklat pendidikan bagi PNS," katanya.
Jumlah anggaran pendidikan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya Pemkab Gresik mengalokasikan 26 persen.
Ketua Komisi D DPRD Gresik, Syafiqi M Zain, mengatakan, dari total anggaran APBD 2009 mencapai Rp 900 miliar, sebanyak Rp 600 miliar digunakan untuk belanja tidak langsung, sedangkan sisanya belanja langsung.
Namun, sayangnya terus bertambahnya anggaran pendidikan Gresik, tak disertai dengan peningkatan pengelolaan keuangan yang baik oleh sekolah.
Ini dibuktikan meski sudah dibiayai pemerintah, masih saja ada sekolah yang menarik iuran untuk pembangunan sekolah. "Pengelolaan keuangan oleh sekolah amburadul, sehingga masih dijumpai kebocoran anggaran," katanya.
Untuk itu, tahun ini Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran Rp 100 juta untuk melatih para pengelola sekolah, terkait pembuatan hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Sekolah, yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Sebelumnya Komisi D DPRD Gresik sempat mengusulkan anggaran taktis Rp 5 miliar diperuntukkan dana pembangunan sekolah, tapi tidak terealisasi. "Harapan kami dana tersebut disediakan guna membiayai sekolah agar tak lagi dijumpai iuran uang pembangunan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang