Validasi DPT Harus Terus Dilakukan

Kompas.com - 01/04/2009, 20:41 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Jeda waktu yang relatif lama antara penetapan daftar pemilih sementara hingga waktu pemilu menjadikan peluang berubahnya DPT yang dinamis. Karena itu, validasi DPT harus terus dilakukan.

Demikian diungkapkan Ketua KPU Provinsi Jawa Timur Nikmatul Hidayati, Rabu (1/4) di sela pelantikan anggota KPU Kabupaten Probolinggo dan Tulungagung di Kantor KPU Jawa Timur, Surabaya. DPS dikeluarkan sejak 30 September 2008 sementara pemilu berlangsung tanggal 9 April 2009. Karena ada rentang waktu yang demikian lama, maka harus ada validasi kembali, ujarnya.

Selain persoalan rentang waktu, penetapan DPT final juga terkendala dengan masalah perbedaan program soft data dari KPUD ke percetakan. Perbedaan program antar a KPUD dan percetakan mengakibatkan hasil cetakan DPT di beberapa KPUD berbeda dengan soft data awal.

Data dari KPUD memakai program exel sedangkan percetakan menggunakan program acces. Perbedaan program ini menyebabkan DPT yang akan dicetak kacau balau, tambah Nikmatul.

Keluhan tentang rusaknya DPT terjadi di KPUD Kabupaten Sumenep. Kesalahan yang terjadi antara lain, DPT ganda namun hasil sama, DPT yang tertukar ke daerah pemungutan lain, serta kesamaan NIK.

DPT bermasalah terjadi di 2.595 TPS yang tersebar di 332 desa dan 27 kecamatan. Kami minta waktu 2 x 24 jam kepada pihak percetakan untuk menyelesaikan ini, kata Anggota KPUD Kabupaten Sumenep Hidayat Andiyanto.

Anggota KPU Jawa Timur Arief Budiman menambahkan, sebelum pemilu penambahan DPT tak mungkin dilakukan, namun pencoretan DPT ganda bisa dilakukan. Semua DPT akan ditempel di kelurahan dan desa untuk divalidasi dan sekaligus dijadikan DPS pemilihan presiden, tambahnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau