WONOSARI, KOMPAS.com - Distribusi logistik pemilihan umum atau pemilu ke seluruh wilayah Kabupaten Gunung Kidul telah dimulai, Kamis (2/4). Penyaluran logistik pemilu yang dikemas seluruhnya di dalam kotak suara itu dimulai dari wilayah dengan kondisi geografis paling sulit. Diharapkan seluruh logistik pemilu telah tiba di seluruh lokasi dalam lima hari ke depan.
Bupati Gunung Kidul Soeharto meluncurkan armada truk pertama yang membawa logistik pemilu ke wilayah Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk. Pada hari pertama pengiriman, logistik pemilu disalurkan ke empat kecamatan, yaitu Patuk, Gedangsari, Nglipar, dan Ngawen. “Harus ada kerja sama dengan jajaran pemerintah daerah supaya lancar,” kata Soeharto.
Pemerintah daerah, lanjut Soeharto, akan berperan serta dalam pendampingan serta fasilitasi penyaluran logistik pemilu. Komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam kelancaran distribusi logistik. “Saya bersyukur karena pengiriman logistik ini tidak mundur dari jadwal semula,” tambahnya.
Dalam sambutan peluncuran perdana logistik pemilu, Ketua KPU Gunung Kidul Sukimin menyatakan bahwa pengiriman logistik pemilu tersebut dilaksanakan setelah pembekalan bimbingan teknis kepada PPS dan Kepala PPS selesai dilaksanakan. Gelaran kampanye rapat umum di Gunung Kidul, menurutnya, juga berjalan lancar.
Anggota KPU Gunung Kidul Divisi Teknis Penyelenggara Paimin Adji berharap distribusi bisa berjalan lancar dengan pengiriman yang diawali dari daerah tersulit. Adji menambahkan jumlah kotak suara di Gunung Kidul telah mencukupi bahkan terdapat kelebihan kotak suara sebanyak 636 buah.
Menurut Anggota KPU Gunung Kidul Divisi Perencanaan Program, Keuangan, dan Logistik Sukamto, jumlah kelebihan kotak suara akan digunakan sebagai cadangan bagi Tempat Pemungutan Suara dengan jumlah pemilih di atas 450 orang. “Tidak akan kurang,” tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang