Wiranto Kantongi 26 Juta Suara

Kompas.com - 02/04/2009, 21:31 WIB

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura Wiranto menggelar kampanye rapat umum di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta pada Kamis (2/4). Jelang pemilihan umum legislatif mendatang, Wiranto mengaku telah mengantongi bekal suara sebanyak 26 juta suara.

Jumlah suara tersebut, menurut Wiranto, terdiri dari pemilih yang sebelumnya mencoblos namanya pada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2004. “Hanura punya pendukung fanatik dengan kantong basis suara tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Wiranto seusai kampanye di Lapangan Grogol, Paliyan.

Salah satu basis suara Wiranto terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Pada Pemilu 2004, Wiranto memenangi mayoritas suara di Gunung Kidul. “Gunung Kidul harus mengulang kesuksesan pemilu lalu,” ujar Wiranto mengobarkan semangat sekitar seribu massa yang hadir dalam kampanye rapat umum Hanura itu.

Dalam pidato kampanyenya, Wiranto mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momentum pemilu sebagai wahana memilih calon pemimpin bangsa terbaik. Pemimpin Indonesia mendatang, lanjutnya, harus memiliki hati nurani yang baik agar bisa menghindarkan bangsa dari zaman kekacauan.

Semua caleg Partai Hanura berjanji akan mewujudkan harapan masyarakat. Itu terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, penghasilan yang memadai, serta pemerataan pendidikan. “Kita harus kembali menumbuhkan kecintaan pada sesama, lingkungan, dan Tuhan. Jika cinta sudah hilang, kita akan masuk ke zaman edan,” tambah Wiranto.

Wiranto optimistis bahwa hasil perolehan suara Partai Hanura pada pemilu 9 April mendatang tidak akan mengecewakan. Bersama sembilan partai politik lain yang tergabung dalam Poros Penegak Kebenaran, Partai Hanura akan tetap mengawasi kelancaran pemilu, terutama terkait kemungkinan terjadinya penyelewengan daftar pemilih tetap.

Jika nantinya dipercaya memimpin bangsa, Partai Hanura bertekad mengedepankan misi kerakyatan. Penjualan aset negara seperti badan usaha milik negara akan dihentikan. “Indikator keberhasilan ekonomi jangan hanya ekonomi makro, melainkan keterpenuhan terhadap hak dasar masyarakat,” ungkap Wiranto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau