Soal DPT, Mendagri Diminta Tanggung Jawab

Kompas.com - 02/04/2009, 21:37 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)Tjahjo Kumolo meminta Menteri Dalam Negeri Mardiyanto tidak lepas tanggung jawab terhadap masalah daftar pemilih tetap (DPT). Partai politik berpotensi menggugat hasil pemilihan umum apabila masalah DPT tidak kunjung diselesaikan.

"Departemen Dalam Negeri yang memiliki perangkat pemerintahan hingga tingkat kelurahan, RW, dan RT. Seharusnya Mendagri bisa menginstruksikan mereka untuk mendata pemilih," ujar Tjahjo Kumolo yang juga selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P, di sela-sela kampanye terbuka PDI-P, di Stadion Tri Lomba Juang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/4).

Menurut Tjahjo, Mendagri seharusnya tidak lepas tanggung jawab karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil data pemilih dari nomor induk kependudukan yang notabene berada di bawah wewenang Depdagri.

Tjahjo mengatakan, semua pihak semestinya perlu bertanggung jawab terhadap pemilu. Ini karena pemilu tidak hanya hasil kerja dari pemilih, tetapi juga parpol, pemerintah, dan KPU.

Untuk itu, Tjahjo meminta KPU, KPUD, beserta pemerintah daerah untuk bekerja keras sebelum pemilu. "Pemda mestinya segera memberikan salinan data pemilih kepada KPUD hingga ke tingkat kelompok penyelenggara pemungutan suara," ujarnya.

Untuk mengantisipasi masalah DPT, Tjahjo telah menginstruksikan kepada pengurus PDI-P yang akan menjadi saksi di setiap tempat pemungutan suara untuk memastikan simpatisan dan kader PDI-P tercatat dalam DPT.

Dalam orasinya, Tjahjo Kumolo mengajak seluruh calon anggota legislatif dari PDI-P melakukan kontrak politik yang menjanjikan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, dan papan serta kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kampanye PDI-P yang diramaikan dengan pentas musik dangdut dan barongsai ini sempat diwarnai kerusuhan. Hal ini terjadi ketika simpatisan yang berjoget berbenturan dengan simpatisan lainnya. Namun, aksi rusuh segera ditangani aparat kepolisian yang berada di sekitar lokasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau