Palsukan Identitas, WN Taiwan Ditangkap Imigrasi

Kompas.com - 02/04/2009, 22:18 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Lin Yuan Liang alias Agusyanto (30), warga negara Taiwan, ditahan Kantor Imigrasi Klas I Pontianak, Kalimantan Barat, saat mengajukan pembuatan paspor Indonesia dengan menggunakan identitas yang dipalsukan, Rabu (1/4).

Kepala Kantor Imigrasi Klas I Pontianak Harsoyo, Kamis (2/4), mengungkapkan, Lin lahir dan tinggal di Indonesia hingga pada 1998 mengikuti orang tuanya pindah ke Taiwan. Pada Agustus 2005 ia membuat paspor Taiwan sehingga ia secara ke warganegaraan Indonesianya gugur.

Lin tercatat masuk ke Indonesia sebanyak tiga kali menggunakan paspor Taiwan. Terakhir ia masuk melalui Bandara Soekarno Hatta pada 27 Maret 2009 lalu. Lin yang memiliki akta kelahiran Indonesia, lantas membuat kartu tanda penduduk (KTP) resmi di Pontianak dengan terlebih dahulu memasukkan namanya dalam kartu keluarga Irwan Allen, kakaknya yang tinggal di Pontianak. KTP dan kartu keluarga yang digunakannya untuk memenuhi syarat pembuatan paspor Indonesia itu diterbitkan tanggal 30 Maret 2009 atau tiga hari setelah kedatangannya ke Indonesia.

"Kami menahan yang bersangkutan karena sebagai orang asing, ia b erusaha membuat paspor Indonesia dengan menggunakan identitas yang dipalsukan. Ini diketahui saat wawancara dalam pembuatan paspor," kata Harsoyo.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau