Menurut pengamat hukum
”Tidak boleh terjadi lagi satu di luar negeri satu lagi sedang cuti. Memang Wakil Presiden secara faktual di dalam negeri, tetapi
Saldi membandingkan dengan situasi di Amerika Serikat pada masa Perang Dingin. Saat itu tidak boleh sedetik pun ada ruang kosong, terutama untuk mengatasi situasi genting. ”Memang kondisinya jauh berbeda. Tetapi, jika dilakukan, ada persoalan etik yang terlanggar,” ujarnya.
Irman membaca fenomena tersebut sebagai wujud tidak
Lebih lanjut Saldi dan Irman menyarankan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
Ke depan, Presiden dan Wakil Presiden harus membuat jadwal yang lebih terkoordinasi agar salah satu tetap menjalankan kekuasaan pemerintahan.
”Harus diatur. Kalau ada 20 hari masa kampanye, maka Presiden 10 hari, Wapres 10 hari,” ujar Saldi.
Presiden dan Wapres, lanjut Saldi, tidak bisa menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada triumvirat (menteri luar negeri, menteri dalam negeri, dan menteri pertahanan). ”Ini hanya berlaku jika keduanya berhalangan tetap,” ujar Saldi.
Kondisi ”kosong” mengakibatkan teritori Indonesia kehilangan kekuasaan pemerintahan secara materiil dan hal itu sangat berbahaya serta bisa dimanfaatkan oleh kelompok lain guna mengambil kekuasaan.
”Beruntung kelompok bersenjata kita tidak pecah dan semua sadar bahwa kudeta itu haram dan pemilu adalah pesta demokrasi terbaik yang harus disongsong,” kata Irman.
Lebih jauh Irman menilai bahwa Yudhoyono telah melupakan tugasnya sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan. Kalla juga lupa sebagai pembantu presiden.
Seharusnya Yudhoyono mencabut dulu cuti Kalla karena, bagaimanapun, wapres harus tunduk. Sampai kapan pun, menurut konstitusi, wapres tetap pembantu presiden yang harus ikut agenda presiden.
”Mereka berdua sudah mulai tak saling cinta. Kehangatan sudah mulai berubah dusta. Ironisnya, mereka berdua lalai dengan mengorbankan UUD 1945,” kata Irman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang