Ikuti Trik Fajar dan Yadi, Innova Jadi Enak Dikemudikan

Kompas.com - 03/04/2009, 05:59 WIB

KOMPAS.com — Membuat kendaraan nyaman dikendarai tentu menjadi idaman setiap pemiliknya. Demikian juga dengan pemilik Kijang Innova. Banyak yang mengeluhkan tenaga bawahnya payah. Kemudian, MPV (multi purpose vehicle) Toyota berkapasitas 2.000 cc ini doyan minum bensin, terutama ketika merayap di dalam kota.

Enggak usah gusar. Keluhan ringan itu bisa diobati, kok. Langkah-langkah yang dilakukan Fajar dan Yadi, dua anggota Innova Community (IC), bisa diikuti dan biayanya tidak terlalu mahal. Kalau dalam dunia tune-up mesin, Fajar menyebutnya sebagai "stage I". "Untuk budget awal dibutuhkan sekitar Rp 2 juta," sebut Fajar yang punya Kijang Innova 2006.

Kabel Serabut
Apa saja yang sudah dibenahi pada kedua Innova anggota IC itu?
Ketika kap mesin dibuka, kedua Innova sudah dilengkapi auxcelary air induction (AAI). Pemakaian peranti bikinan mekanik Andreas dari bengkel Phoenix-R di Serpong, Tangerang, Banten ini untuk mendapatkan tenaga bawah.

Harga satu set AAI itu menurut penuturan Fajar sekitar Rp 450.000. "Tergantung mobil dan jumlah saluran (extantion). Untuk Innova ini cukup tiga dan bisa lebih dari itu kalau mau lebih enak lagi," tegas Andreas. Ada yang cukup menggunakan satu extantion.

Di luar itu, Innova Fajar dan Yadi sama-sama sudah dilengkapi ground wire. "Innova butuh kelistrikan yang stabil karena mempunyai banyak sensor," urai Fajar. Nah, ketika dibutuhkan, lanjut karyawan perusahaan oli ini, listriknya tidak mencukupi, dampaknya ke tenaga. Kebetulan ada pemilik Innova ingin memakainya, Fajar menyarankan isi kabel ground wire itu yang 16 mm serabut.

Tak cuma itu, busi standar diganti. Yadi memilih yang iridium, sementara Fajar memakai busi tipe panas (setingkat lebih rendah dari standar). Kemudian, saringan udara standar diganti dengan ukuran yang lebih kecil dan bahannya bisa dicuci.

Dalam pemakaian ban, keduanya berlainan. Innova milik Yadi sudah dilengkapi ban 18. "Dengan ban standar, kestabilannya kurang," alasan Yadi. Konsekuensinya, butuh tenaga. Di sini, Yadi tidak mengorek dapur pacu, tetapi menambah perangkat yang bisa mendongkrak tenaga, seperti air charger buatan Taiwan untuk mendapat tarikan atas. Kemudian ada water methanol yang juga buatan Taiwan. Adapun sistem pengapian ditingkatkan.

Innova Fajar, keempat rodanya tetap menggunakan ukuran 15, hanya jenisnya Alto alias untuk medan off-road (70/225 R15). Mesin tidak dimodifikasi, hanya Fajar mengubah sistem knalpotnya. Perubahan terutama pada pipa bagian tengah, yang ada resenatornya diganti dengan dimensi yang lebih kecil. "Agar pembuangan lebih lancar," tutup Fajar yang ketika merayap di kepadatan lalu lintas hanya sedikit menekan pedal gas untuk menjalankan Innovanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau