Duet Kalla-Sutiyoso Mulai Dilirik

Kompas.com - 03/04/2009, 14:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana memadukan Ketua umum DPP Golkar Jusuf Kalla sebagai capres dan mantan Gubernur DKI Sutiyoso sebagai cawapres terus bergulir, bahkan mulai mendapat perhatian, termasuk di internal Golkar.
    
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR yang juga Ketua Departemen Ogranisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Golkar, Yuddy Krisnandi, di Jakarta, Jumat (3/4), mengatakan, kalangan internal Partai Golkar, termasuk yang duduk di jajaran pengurus pusat dan daerah, mulai banyak mendukung duet Jusuf Kalla dengan Sutiyoso.
    
Namun, Yuddy belum secara rinci menyebut siapa saja fungsionaris Golkar yang mendukung duet Kalla-Sutiyoso. Dia mengatakan, wacana pasangan ini akan terus bergulir di internal Golkar seiring makin intensifnya komunikasi politik dan silaturahim tokoh politik untuk menjajaki koalisi.
    
Terkait pro dan kontra terhadap pasangan ini di internal Golkar, politisi muda yang juga telah mengumumkan diri sebagai capres ini menilai hal itu biasa dan wajar saja. Jika pasangan ini benar-benar terwujud, diprediksi akan mampu mendulang suara dan bisa bersaing dengan pasangan capres/cawapres lain.
    
Yuddy menilai, JK ataupun Sutiyoso termasuk pemimpin yang tegas, berani, dan punya visi ke depan. Mengenai peluang Sutiyoso dibandingkan Wiranto atau Prabowo untuk mendampingi Kalla, Yuddy mengatakan, peluang mantan Gubernur DKI Jakarta cukup besar karena tokoh lain, seperti Wiranto maupun Prabowo, sudah dicalonkan partainya sebagai capres, bukan cawapres.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau