Dwiki Darmawan Terinspirasi Danau Singkarak

Kompas.com - 03/04/2009, 21:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM--Musisi Dwiki Dharmawan mengungkapkan pariwisata, seni dan budaya Indonesia sangat besar dan bahkan menginspirasinya untuk selalu membawa warna musik daerah dalam lagu-lagu yang diciptakannya.

"Saya sangat terinspirasi keindahan Danau Singkarak, Sumatra Barat. Saya datang ke sana dan merasakan keindahan dan kesejukan udaranya, kemudian jadilah sebuah lagu berjudul "Friends Around The World" dan sejumlah lagu daerah dari Sumbar yang menjadi sebuah musik simfonik," katanya usai konferensi pers "Tour of Singkarak" di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan lagu Friends Around the World merupakan lagu resmi untuk kegiatan balap sepeda bertaraf internasional "Tour of Singkarak" yang akan berlangsung di Sumatra Barat 29 April hingga 3 Mei mendatang.

Sebelum mengaransemen lagi itu Dwiki mengaku harus terbang ke Sumbar untuk merasakan langsung suasana dan semangatnya.

"Selain satu lagu tema itu, ada banyak lagu-lagu daerah Sumbar yang saya aransemen ulang semuanya dalam musik simfonik yang akan dibawakan secara orkestra oleh musisi dari Jakarta dan Sumbar," katanya.

Dwiki menjelaskan Tour of Singkarak adalah kegiatan yang memadukan kegiatan olahraga balap sepeda dengan wisata. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Pemda Sumatra Barat, Depbudpar, PB ISSI, dan pelaku bisnis.

"Kegiatan ini tujuannya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia khususnya daerah tujuan wisata Sumbar dengan Danau Singkarak sebagai ikonnya ke mancanegara," ujar suami dari penyanyi, Ita Purnamasari ini.

Terkait keterlibatannya dalam kegiatan tersebut, Dwiki menjelaskan bahwa Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memintanya untuk berpartisipasi dalam konser musik.

Ia juga berkolaborasi dengan seniman-seniman muda di STSI Padang Panjang, serta paduan suara mahasiswa Universitas Andalas untuk berkolaborasi.

"Konsernya bertajuk ’The Soul of Minangkabau’, ada kolaborasi musisi dari Jakarta yang membawakan orkestra dan musisi Sumbar, 70 persen konser ini akan mengangkat budaya lokal dari Sumbar," kata Dwiki yang bolak-balik Jakarta-Sumbar untuk melakukan workshop dengan musisi lokal daerah tersebut.

Dwiki Dharmawan kini memantapkan diri dengan konsep "World Music", mengangkat musik etnik asli Indonesia ke tingkat dunia melalui aransemen yang lebih modern dan dapat diterima masyarakat global.

"Sudah 10 tahun saya menekuni jalur ini, sudah lebih dari 100 festival di 25 negara saya datangi. Semuanya dengan niat awal sebagai upaya untuk berkontribusi positif bagi negeri ini," demikian Dwiki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau