Wuwungan Penghias Atap

Kompas.com - 03/04/2009, 22:09 WIB

KOMPAS.com - INGIN atap rumah tampil lebih menarik? Coba gunakan hiasan wuwungan pada atapnya. Tampilan atap pun cantik dan unik.

Hiasan pada atap, biasanya dipasang di bagian kerpus (bubungan rumah). Pada rumah tradisional Jawa, bubungan atau wuwungan biasanya dipasangi hiasan.

Selain berbentuk burung atau gunungan wayang, ada pula yang berbentuk kepala naga, atau mahkota. Dengan hiasan wuwungan, tampilan atap Anda menjadi unik, cantik, dan mudah dikenali.

Hiasan ini terbuat dari tanah liat. Tidak sulit kok untuk mencarinya. Anda bisa menemukannya di sentra-sentra penjual material.

Ada dua jenis wuwungan yang dijual di pasaran. Pertama, untuk dipasang di bagian paling atas rumah. Kedua, untuk dipasang di pinggir atap.

Selain yang terbuat dari tanah liat, sekarang ada pula yang terbuat dari logam atau seng. Sedangkan untuk desain, ada wuwungan lama, yang tergolong antik, dan wuwungan baru. Harga untuk wuwungan antik, tentu jauh lebih mahal dibanding harga wuwungan desain modern.

Wuwungan yang terbuat dari tanah liat biasa disebut wuwungan tradisional. Karena pembuatannya pun masih dengan cara-cara tradisional. Biasanya dibuat dengan memasukkan tanah liat, ke dalam cetakan dari semen. Setelah kering, wuwungan diangin-anginkan selama seminggu, atau dijemur selama tiga hari. Kemudian dimasukkan ke dalam oven, atau dibakar di tumpukan kayu dan sampah daun.

Sebaiknya Anda menggunakan jasa tukang batu untuk pemasangan wuwungan. Agar lebih rapi. Pemasangannya, tidak jauh berbeda dengan pemasangan kerpus. Wuwungan tradisional memiliki daya tahan cukup lama, yaitu hingga 30 tahun.

Tertarik untuk mencoba?

Penulis : Anissa

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau