Menteri ESDM: Tidak Ada Jaminan Bebas Pemadaman Bergilir

Kompas.com - 04/04/2009, 13:26 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pemadaman listrik bergilir untuk wilayah Jawa dan Bali pada 2009 kemungkinan masih berlanjut karena ketersediaan energi listrik masih jauh dari kebutuhan.
     
"Tidak ada jaminan tahun ini pemadaman bergilir sudah tidak ada lagi, karena berbagai upaya alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik belum dapat memenuhi seluruh permintaan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Yogyakarta, Sabtu (4/4).
     
Menteri ESDM  mengatakan hal itu pada kuliah umum mengenai tantangan ekonomi dunia menghadapi krisis global dari sudut pandang energi dan sumber daya mineral di kampus Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
     
Menurut dia, keterbatasan persediaan listrik akibat krisis listrik yang terjadi pada 2007 yang belum dapat teratasi hingga tuntas. "Krisis listrik pada 2007 seharusnya langsung diikuti dengan pembangunan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik. Namun, ini tidak dapat dilakukan dengan baik sehingga krisis listrik berkepanjangan hingga sekarang," katanya.
     
Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut pemerintah tidak bisa menjamin tahun ini tidak ada pemadaman listrik bergilir. "Kami telah berupaya untuk melakukan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat seperti Desa Mandiri Energi (DME) dengan memberikan stimulus kepada masyarakat, tetapi upaya ini tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat," katanya.
     
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dana stimulan kepada sekitar 500 desa untuk pembangunan instalasi Desa Listrik Mandiri, baik yang berbasis bahan baku nabati (BBN) maupun nonbahan baku nabati (non-BBN).
     
"Pada 2007 kami telah menyalurkan untuk 103 desa bagi program yang berbasis energi setempat non-BBN seperti mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin, biogas, dan biomassa. Sedangkan yang berbasis BBN ada 127 desa yang menggunakan bahan baku jarak pagar, kelapa, kelapa sawit, singkong, dan tebu," katanya. Kemudian pada 2008 disalurkan stimulan untuk 286 desa yang berbasis non-BBN dan 138 desa berbasis BBN.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau