SOLO, KOMPAS.com — Mencoba untuk memerhatikan dan menyenangkan massa pendukungnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden RI, senantiasa menyapa sejumlah panggilan kepadanya saat berada di atas panggung untuk berorasi.
Saat berorasi di atas panggung kampanye akbar di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (4/4) sore ini, tiba-tiba ada laki-laki yang berteriak, "Pak Kalla I love you...." Tanpa dilihat lagi siapa yang berteriak, Kalla langsung membalas, "I love too...." Siapa yang berteriak tidak jelas. Namun, berada dalam kelompok massa kampanye yang menggunakan kaus kuning.
Kalla mencoba bahasa Jawa
Sebelumnya, saat berorasi di tengah kampanye akbar di lapangan Alun-alun Satya Negara, Kabupaten Sukoharjo, Kalla juga mencoba menyapa akrab massa pendukungnya di Jawa Tengah dengan bahasa Jawa. "Kulonuwun.... Apa kabare?... Sae? Baek?...." tanya Kalla.
Namun, karena logat yang disampaikan Kalla tidak terbiasa didengar bagi mayoritas orang Jawa di daerah yang dikenal sebagai basis massa Moncong Putih atau PDI Perjuangan, maka massa pendukung Partai Golkar yang ribuan jumlahnya tidak membalas dalam bahasa Jawa. Justru massa malah membalas, "Baik ... baik ... baik Pak Kalla ...."
Jelas, tampaknya massa ingin meluruskan logat Kalla yang kental Makassar dan biasa berkata "baek" untuk "baik". Di saat dialog dengan massa pendukungnya yang diundang naik ke panggung, Kalla juga salah mendengar perkataan salah seorang kader baru Partai Golkar yang menyebut "banteng".
Waktu itu, Kalla bertanya, "Dari mana asalmu?" Laki-laki yang mengaku bernama Handoko dan mengaku pernah menjadi pendukung PDI Perjuangan di Pemilu 2004 menyebutkan, "Banteng". Kalla salah mendengar dan bertanya lagi, "Wah, jauh sekali kalau dari Banten. Berapa lama menempuhnya?" kata Kalla lagi. Untunglah si Handoko itu dengan lebih jelas dan tegas berteriak bahwa dia dulunya kader "banteng", maksudnya PDI Perjuangan. Kalla kemudian hanya menjawab, "Ohhhh."
"Banteng metu"
Namun, tanpa meluangkan waktu lagi Kalla langsung memanfaatkannya untuk berkampanye. "Mengapa memilih Golkar?" Maka, si Handoko pun menjelaskan dan membesar-besarkan partai barunya. Masih memanfaatkan untuk berkampanye, Kalla pun menyuruh si Handoko berpidato. Maka, Handoko pun berpidato, "Ayo banteng-banteng keraton metu. Berlindunglah di bawah pohon beringin yang teduh," teriaknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang