JK Tak Persoalkan Kriteria Surat Suara Cacat

Kompas.com - 04/04/2009, 20:29 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Muhammad Jusuf Kalla menyatakan tidak ada persoalan dengan surat edaran yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan delapan kriteria surat suara yang rusak, namun dapat ditoleransi keabsahannya dalam pemilu mendatang.

"Tidak apa-apa, selama aturannya jelas saja dan bisa dipahami bersama. Jadi, tidak soal. Yang disebut surat suara cacat itu seperti apa? Katakanlah jika ada robek sedikit, ada lubang atau tintanya kurang bagus, itu tidak apa-apa," tandas Kalla, Sabtu (4/4) sore, saat ditanya pers, di ruang VIP Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, sebelum terbang ke Jakarta, seusai rangkaan berkampanye di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Menurut Kalla, ia memang belum membaca secara rinci SE yang dikeluarkan KPU. "Saya baru baca dari koran. Namun, memang sosialisasinya harus dijalankan supaya ada pemahaman yang sama saat pelaksanaan pemilu," tambah Kalla.

Baru-baru ini, KPU mengeluarkan SE terkait toleransi terhadap surat suara yang cacat, yang didasarkan pada delapan kriteria. Namun, dikhawatirkan kriteria yang dibuat KPU tersebut kurang dipahami di TPS sehingga dikhawatirkan akan bisa menimbulkan persoalan saat pelaksanaan pemilu.

Terkait dengan SE KPU yang menyebutkan diperbolehkannya parpol dalam sekali transaksi penggunaan dana kampanye senilai Rp 5 miliar dan tidak lagi dibatasi untuk perorangan Rp 1 miliar dan kelompok Rp 5 miliar, Kalla menyatakan juga tidak apa-apa.

"Karena yang mengatur adalah KPU, sebagai lembaga yang independen, maka kita harus taat pada apa yang diputuskan KPU. Tentunya, KPU itu, kan, juga merujuk pada ketentuan yang berlaku," lanjut Kalla, yang mengaku belum membca SE KPU terkait penggunaan dana sumbangan bagi pemilu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau