NEWCASTLE, KOMPAS.com - Pelatih Newcastle United, Alan Shearer, tetap optimistis meski timnya terpuruk di zona degradasi. Meski kalah 0-2 dari Chelsea, "The Toon" telah menunjukkan semangat juang yang besar.
Kekalahan di kandang sendiri, Sabtu (4/4) malam, itu menahan "The Magpies" di urutan ke-18 dengan 29 poin atau berselisih tiga angka dengan zona aman. Namun, Shearer yakin, timnya masih bisa bangkit dalam tujuh laga sisa musim ini dan bertahan di Premier League.
Shearer baru saja didaulat melatih Newcastle menggantikan Joe Kinnear yang sedang menjalani masa pemulihan usai operasi jantung. Misi Shearer adalah membawa tim yang pernah dibelanya itu keluar dari zona degradasi. Duel melawan Chelsea di Stadion Saint James Park adalah duel perdana Shearer memenuhi target kerjanya.
Malang tak dapat ditolak, Shearer harus menelan kekalahan pada debutnya itu. Frank Lampard dan Florent Malouda menyarangkan gol yang membuat "The Magpies" tersungkur.
Keadaan ini tak membuat Shearer patah semangat. Ia menilai, kegagalan itu terjadi karena ia belum cukup menghabiskan waktu bersama "The Toon".
"Tanggapan pemain dalam dua atau tiga hari terakhir ini sangat hebat. Tapi, masih banyak tugas berat yang menanti. Kami belum menghabiskan banyak waktu bersama. Tapi, kami akan sampai ke tujuan kami," lanjut mantan striker yang pernah mencetak 206 gol untuk Newcastle itu.
Pengalaman menyakitkan di partai debut itu akan menjadi pelajaran pertama bagi Shearer dan para pemain. Shearer melihat ada hal yang bisa membuat timnya bangkit dan berusaha sekeras mungkin untuk menghindari degradasi.
"Ada banyak hal positif dan satu atau dua hal negatif. Tapi masih ada lebih banyak hal positif dari pertandingan tadi. Tak ada masalah dengan semangat juang. Kami masih punya enam atau tujuh hari untuk bekerja dengan tim sekarang," kata Shearer.
Salah satu hal negatif yang masih perlu dibenahi Newcastle, menurut Shearer, adalah faktor mental. Menurutnya, ketika Chelsea unggul 1-0, timnya langsung kehilangan nyali dan minder menghadapi tim sekelas "The Blues".
"Kesalahan di babak kedua harus kami bayar mahal. Ketika Anda tertinggal 0-1 dari tim seperti Chelsea, Anda enggan mencoba dan mengubah keadaan dan memecahkan masalah karena kualitas yang mereka miliki," papar Shearer.
Shearer menolak membicarakan sejumlah keputusan wasit Rob Styles yang tidak menguntungkan timnya. Salah satu di antaranya terjadi ketika Ashley Cole membuang bola tembakan Michael Owen yang dinilainya sudah melewati garis gawang.
"Saya bisa melihatnya cukup jelas dari tempat saya berdiri dan itu masuk. Saya rasa tayangan ulang menunjukkan bahwa itu masuk. Itu mungkin telah memberikan kami semangat pada lima atau sepuluh menit terakhir. Tapi pada akhirnya inilah yang kami dapat. Kami menerimanya. Kekalahan kami bukan karena kesalahannya," tandas Shearer. (SKY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang