Dunga: Milan Merusak Kaka dan Ronaldinho

Kompas.com - 05/04/2009, 20:49 WIB

SAN PAULO, KOMPAS.com - Hubungan AC Milan dan Brasil semakin panas. Pelatih Brasil, Carlos Dunga, menuduh Milan merusak penampilan Kaka dan Ronadinho.

"Kaka dan Ronaldinho selalu cedera di sana, sementara kami memulihkan kondisi mereka," kata Dunga.

Sebelumnya Kaka pernah menegaskan bahwa kedatangannya ke Brasil telah memberikan hasil positif bagi kondisi fisiknya. Meski tak tampil penuh membela "Selecao" di kualifikasi Piala Dunia, Pemain Terbaik Dunia 2007 itu merasa lebih fit. Seminggu di negeri kelahirannya jauh lebih baik ketimbang lima pekan berada di Milan. Dunga sepakat dengan ucapan Kaka itu.

"Milan hanya bisa melakukan dengan satu cara, kami bisa melakukan dengan cara lain. Kaka selalu cedera di Milan dan ini untuk kedua kalinya kami memulihkan kakinya," ujar Dunga.

"Semua kami lakukan dala tiga hari dan dia bisa bermain 30 menit, sementara 'Rossoneri' tak bisa memainkannya sama sekali," lanjutnya. "Ronaldinho pemain penting bagi kami dan kami ingin dia menjadi Pemain Terbaik Piala Dunia 2010. Dia pemain juara dan kami mencoba memulihkannya."

Milan berang dengan tudingan itu. Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, dan pelatih Carlo Ancelotti tersinggung dengan ucapan tersebut. Ancelotti membantah bahwa tim medis mereka tidak becus dan menuding Dunga tidak kooperatif dan malah membuka konfrontasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau