Ambruknya Jembatan Timpah Diduga Persoalan Desain

Kompas.com - 06/04/2009, 07:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ambruknya jembatan Kapuas Timpah diduga akibat kesalahan desain, padahal rencananya jembatan akan diresmikan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang pada awal Mei 2009.
    
"Desainya belum dikonsultasikan kepada kami. Mereka yang buat seharusnya tetap minta persetujuan ke Departemen Pekerjaan Umum," kata Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Departemen PU Danis H Sumadilaga di Jakarta, Senin (6/4).
    
Jembatan Kapuas Timpah sepanjang 355 meter ambruk pada Jumat dan menewaskan salah satu pekerjanya. Akibat ambruknya jembatan tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah ataupun Departemen Pekerjaan Umum saling menyalahkan.
    
Pemprov mengatakan, desain itu sudah disetujui Departemen PU, sementara dari Departemen PU sendiri mengaku belum menerima, apalagi menyetujuinya.
    
Jembatan itu menggunakan sumber dana APBN murni melalui mata anggaran tahun 2008 untuk tender konstruksi dan pengawasan dilaksanakan pemerintah daerah.
    
"Departemen PU hanya menggarap bentang terakhir sepanjang 62,5 meter dari empat bentang yang pembangunan sisanya diserahkan kepada daerah," ujarnya.
     
Pembangunan jembatan menggunakan kontraktor PT Agrabudi Karya Marga, sedangkan konsultan pengawas adalah PT Arteri Cipta Rencana. "Kalau benar jembatan ambruk karena kesalahan desain, berarti Departemen PU ikut andil di dalamnya, tidak kemudian sepenuhnya dilimpahkan kepada daerah," kata Ketua Lembaga Konsumen Jasa Konstruksi Bambang Pranoto.
    
"Apalagi kalau proyek ini kemudian dibiayai dari APBN. Meski yang membangun daerah, harus ada tanggung jawabnya," ujarnya.
    
Departemen PU bersikeras bukan kesalahannya bagian yang ambruk terjadi di tiga bentang, demikian salah satu alasannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau